Pasuruan
Wow, Coca – Cola Amatil Indonesia Tambah Nilai Investasi
Packaging Service Division (PSD) dan Pandaan Mega Distribution Centre (Mega DC) milik Coca – Cola Amatil Indonesia (CCAI) resmi dibuka di Desa Nampes,
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan Surya, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Packaging Service Division (PSD) dan Pandaan Mega Distribution Centre (Mega DC) milik Coca – Cola Amatil Indonesia (CCAI) resmi dibuka di Desa Nampes, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan Kamis (9/3/2017) siang.
Pembukaan PSD dan Pandaan Mega DC ini langsung dilakukan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto didampingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Group Managing Director CCAI, Alison Watkins, Presdient Director CCAI Kadir Gunduz, President of ASEANS of Business Unit The Coca – Cola Company (TCCC) McLaughlin. Persesmian ini bertepatan dengan ulang tahun CCAI yang ke – 25 tahun.
“Ini merupakan 25 tahun yang luar biasa. Fasilitas yang kami resmikan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami di Indonesia,” kata President Director CCAI Kadir Gunduz kepada TribunJatim.com.
Baca: Mengapa Coca Cola di McDonalds Terasa Lebih Manis? Ternyata ini Rahasianya
Dia mengatakan, peresmian fasilitas ini merupakan bentuk nyata dari pihak CCAI untuk meningkatkan layanan bagi pasar yang terus tumbuh di Indonesia Timur, termasuk Jawa Timur ini.
“Kami bangun areal ini seluas enam hektar dan mampu menyimpan 40 juta botol minuman siap jual dengan kapasitas 1 miliar per tahunnya. Ini merupakan komitmen kami dalam mendukung investasi di Indonesia,” terangnya.
Menurutnya, selama empat tahun terakhir, CCAI sudah berinvestasi 350 juta dollar AS secara keseluruhan. Targetnya, dalam tiga tahun ke depan, CCAI mampu meningkatkan nilai investasi kurang lebih 228 juta dolar AS.
Ia juga berjanji akan mempertahankan standar tinggi dalam tata kelolaa perusahaan yang mendukung masyarakat dalam menciptakan masa depan kuat dan kesejahteraan ekonomi.
“Komitmen kami juga bisa diukur dari pembangunan fasilitas dan atau investasi pada teknologi mutakhir,” jelasnya.