Kediri

Berkat Medsos, Rumah Janda Miskin yang Ambruk Jadi Kokoh Kembali

Rumah janda miskin yang nyaris ambruk diposting di media sosial. Unggahan langsung berdampak, rumahnya berdiri kokoh kembali.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM/DIDIK MASHUDI
Para relawan bersama anggota TNI saat membangun rumah Yaitun (58) dan Tepu (56) di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Minggu (12/3/2017). 

Laporan Wartawan Surya, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Rumah Yaitun dan Tepu yang nyaris ambruk mendapatkan bantuan bedah rumah.

Puluhan relawan dan TNI gotong royong membangun rumah janda miskin di Dusun Pandanarum, Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Minggu (12/3/2017).

Pembongkaran rumah kedua janda yang tinggal serumah ini dilakukan bersama-sama TNI dan relawan. Rumah yang telah reyot itu kemudian dirobohkan total.

Selanjutnya, para relawan telah mempersiapkan untuk membangun rumah baru yang layak huni. Rumah ini memakai pondasi batako serta lantai yang telah diplester dengan semen.

Ada belasan personel TNI bersama relawan yang hadir dengan cekatan melakukan pembongkaran. Kemudian dilakukan pengukuran serta memasang pondasi dari batako.

Selama rumahnya diperbaiki, Yaitun dan Tepu tinggal di rumah anaknya yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Kondisi rumah janda itu memang sangat memprihatinkan karena berlantai tanah dengan dinding gedhek yang telah rusak.

Danramil Semen Kapten Kav Puguh Bintarto kepada Tribunjatim.com menjelaskan, ada belasan personelnya yang dikerahkan untuk melakukan bedah rumah.

"Ini bentuk sinergi TNI bersama masyarakat membantu memperbaiki rumah warga. Anggota akan membantu sampai perbaikan rumah selesai," ungkapnya.

Untuk material keperluan bedah rumah ini telah terkumpul bantuan dari para donatur. Perkakas yang masih dapat digunakan akan dipakai lagi, namun yang rusak diganti baru.

Menurut Arif, salah satu relawan menyebutkan, untuk keperluan bedah rumah ini telah terkumpul bantuan dana dari para donatur. "Saat ini telah masuk sekitar Rp 10 jutaan," jelasnya.

Bantuan itu terhimpun dari mahasiswa KKN, Komunitas Ketimbang Ngemis serta Rumah Kita. "Banyak yang menyumbang setelah rumah Mbok Yaitun dan Tepu kami unggah ke media sosial," ungkapnya.

Sebelumnya, para pemerhati sosial ini telah mengunjungi rumah dua janda miskin yang tinggal serumah memberi bantuan sembako dan uang tunai.

Melihat rumahnya yang nyaris ambruk kemudian muncul gagasan untuk melakukan bedah rumah.

Saat masih muda Yaitun dan Tepu sehari-hari bekerja sebagai pemecah batu koral untuk bahan bangunan. Namun usia senja membuatnya sudah tidak mampu lagi bekerja sebagai pemecah batu.

Malahan Yaitun yang pernah menderita sakit sudah tidak mampu lagi berjalan. Sehingga kalau beralih tempah dilakukan dengan cara ngesot atau menyeret pantatnya.

Untuk tidur, kedua perempuan itu di tempat yang memprihatinkan. Tempat tidur keduanya hanya beralasan tikar lusuh di lantai tanah rumahnya.

Malahan dua bantal yang dipakai tidur juga sudah kumal dan berbau. Maklum di rumahnya tidak ada ranjang tidur yang ada hanya tikar lusuh.

Untuk keperluan makan sehari-hari, Tepu yang mencari dedaunan untuk sayuran. Sebagian sayuran itu kemudian ditukarkan dengan bahan bumbu masak dapur.

Usia tua membuat kedua janda itu kini hidup serba susah. Uluran tangan warga sangat membantu keluarga miskin itu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved