5 Siswa di Kediri Masih Dirawat usai Muntah-muntah & Sakit Perut, Diduga Keracunan MBG

Dari enam pasien yang masuk karena keracunan, lima anak masih dirawat untuk observasi lebih lanjut.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Isya Anshori
MEMBAIK - Suasana pasien dugaan keracunan MBG yang masih dirawat di RSUD SLG, Selasa (28/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah siswa MIS Atta’awun Tugurejo dilaporkan mengalami gejala muntah-muntah setelah mengkonsumsi menu MBG pada Senin (27/4/2026).
  • Ada enam anak yang sempat menjalani perawatan di RSUD SLG.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kediri, Jatim, masih dalam penanganan.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala muntah-muntah setelah mengkonsumsi menu MBG pada Senin (27/4/2026).

Baca juga: 32 Desa di Jombang Belum Bangun KDKMP, Ketersediaan Lahan Masih Jadi Kendala

Total ada enam anak yang sempat menjalani perawatan di RSUD SLG

Dari jumlah tersebut, satu anak telah diperbolehkan pulang, sementara lima lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Direktur RSUD SLG, dr Toni Widyanto, Sp OG mengatakan kondisi para pasien saat ini sudah berangsur membaik.

Dia menyebut, sebagian besar pasien datang dengan keluhan utama muntah.

"Awalnya pasien datang dengan kondisi muntah, kemudian kami tangani sesuai prosedur," kata Toni saat ditemui di RS SLG, Selasa (28/4/2026).

"Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik, sudah tidak muntah dan sudah mulai mau makan minum," imbuhnya.

Toni menjelaskan dari enam pasien yang masuk, lima masih dirawat untuk observasi lebih lanjut.

Namun, secara umum kondisi mereka stabil dan tidak menunjukkan gejala berat.

"Tidak ada yang sampai tidak sadar. Semuanya dalam kondisi sadar, hanya muntah berulang," jelasnya.

Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan.

Namun untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil koordinasi dengan dinas terkait.

"Secara medis kita duga keracunan makanan, tapi untuk kepastian penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved