Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Surabaya

Dampak Razia Permen Dot di Surabaya, Importir Rugi Besar

Imbas dari razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Surabaya terhadap permen dot pekan lalu berbuntut panjang.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/Bobby Koloway
kuasa hukum PT Petrona Inti Chemindo, Prihadi Saputro pada acara temu jurnalis di Hotel Marriott, Senin (13/3/2017) memperlihatkan beberapa berkas kelengkapan kelayakan produk. 

Laporan Wartawan Surya, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Imbas dari razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Surabaya terhadap permen dot pekan lalu berbuntut panjang.

Tak hanya di Surabaya, penyitaan serupa juga dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia.

Hal ini diutarakan oleh kuasa hukum PT Petrona Inti Chemindo (importir permen jempol), Prihadi Saputro pada acara temu jurnalis di Hotel Marriott, Senin (13/3/2017).

"Tak hanya di Surabaya, beberapa pedagang kami di daerah yang mayoritas pedagang kecil mengaku resah. Mereka (pedagang) yang di Jakarta, Bekasi, dan beberapa lain mengaku dagangannya disita," ujar Prihadi di hadapan wartawan.

"Padahal, pedagang kecilah yang menjadi ujung tombak kami," lanjutnya.

Baca: Permen Dot Akan Dikembalikan Dalam Bentuk Uang

Prihadi kemudian mengaitkan kejadian tersebut dengan peristiwa razia permen jari pada Oktober tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, sama halnya dengan kasus permen dot, permen jari juga dinyatakan negatif narkoba oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Kalau kita mengingat kembali, kejadian seperti ini mirip dengan razia pada permen jari," kata Prihadi.

"Sayang, pembuktian yang diutarakan oleh BPOM saat itu terlambat. Si importir sudah keduluan bangkrut," tutur Prihadi.

"Oleh karena itu, kami tak ingin kejadian serupa terulang. Kabar yang sejauh ini telah bergulir, kami mohon untuk diluruskan. Pemberitaan buruk berhari-hari terhadap kami, seharusnya dibayar pula dengan pemberitaan bagus dengan durasi waktu yang sama," lanjutnya.

Meskipun mengaku rugi besar, pihak PT Petrona enggan membeberkan besaran angkanya.

"Untuk detail kerugiannya, tak bisa kami sebutkan," jelasnya kepada TribunJatim.com .

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved