Berita Surabaya

Penyemprot Mobil di Surabaya Keroyok Pengendara, Bermula dari Sakit Hati saat Ditolak

Hujan deras yang kerap mengguyur Surabaya dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari penghasilan dadakan.

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Istimewa
PENGEROYOKAN - Tangkapan layar video sejumlah penyemprot kaca mobil karena sakit hati ditolak. Kasus ini sedang diusut Polsek Bubutan, Surabaya. 
Ringkasan Berita:
  • Keributan terjadi di perempatan Demak–Dupak, Surabaya, Kamis (22/1) sore, ketika seorang pengendara mobil dikeroyok sejumlah penyemprot kaca mobil yang biasa beroperasi saat hujan deras.
  • Peristiwa tersebut terekam video dan viral di media sosial, mendorong polisi mengamankan satu orang di lokasi, meski setelah diperiksa ia hanya sebagai saksi dan bukan pelaku pengeroyokan
  • Polisi masih memburu 5–6 pelaku lain dan menunggu laporan korban, yang menolak kaca mobilnya disemprot 

 


Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hujan deras yang kerap mengguyur Surabaya dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari penghasilan dadakan.
 
Salah satunya dengan menawarkan jasa membersihkan kaca mobil di sejumlah lampu merah. Namun, aktivitas itu tak selalu berakhir mulus.

Kamis (22/1) sore, keributan pecah di perempatan Demak–Dupak, Kecamatan Bubutan. Seorang pengendara mobil menjadi korban pengeroyokan sejumlah penyemprot kaca. Aksi tersebut sempat menyedot perhatian pengguna jalan.

Beberapa pengendara merekam kejadian itu hingga videonya viral di media sosial.

Baca juga: Pelaku Pengeroyokan Disebut Bayar Uang Damai Rp 300 Juta, Keluarga Korban Diundang Polisi: Ikhlas

Buntut insiden tersebut, polisi bergerak cepat. Kanit Reskrim Polsek Bubutan Ipda Martinus Simanjuntak mengatakan pihaknya telah mengamankan satu orang yang berada di lokasi kejadian.

“Yang bersangkutan sedang kami periksa. Namun setelah kami cocokan dengan video, orang yang kami amankan ini tidak ikut mengeroyok, hanya melihat,” ujarnya.
Polisi kini memburu pelaku lain yang diperkirakan berjumlah lima hingga enam orang. Identitas korban juga sudah diketahui berdasarkan pelacakan nomor polisi kendaraan.

Menurut keterangan korban, insiden bermula saat ia menolak kaca mobilnya disemprot. Ia khawatir sabun yang digunakan bersifat lengket dan dapat merusak wiper maupun karet pembersih kaca. Hingga Jumat pagi, korban belum membuat laporan resmi. Polisi masih menunggu korban datang untuk melapor agar proses hukum dapat dilanjutkan.

 
Informasi lengkap dan menarik lainnya d

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved