Surabaya

Ujian Sekolah Berstandar Nasional Masih Menjadi Penentu Kelulusan Siswa

Kepala SMKN 1 Kota Surabaya, Bahrun mengungkapkan USBN, ujian sekolah (US) dan rapor memiliki peranan 40 persen dari kelulusan, sedangkan sisanya...

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TribunJatim/Mohammad Romadoni
Suasana tryout Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 1 Gresik 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala SMKN 1 Kota Surabaya, Bahrun mengungkapkan USBN, ujian sekolah (US) dan rapor memiliki peranan 40 persen dari kelulusan, sedangkan sisanya sebanyak 60 persen ditentukan dari ujian praktek.

Untuk itu, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) juga turut menentukan kelulusan siswa.

USBN dilakukan untuk pelajaran Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah dan 3 mata pelajaran sesuai dengan program studi siswa.

“Setiap sekolah memiliki persentase yang berbeda untuk menentukan kelulusan. Tetapi saya berharap sekolah lain juga lebih mengutamakan nilai ujian praktek,” ungkap pria yang juga Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kota Surabaya pada SURYA.co.id, Senin (13/2/2017).

Di Surabaya, pelaksanaan USBN seluruhnya berbasis komputer.

Bahrun menambahkan master soal untuk SMK sudah diterima dirinya sebagai kepala MKKS.

Master soal dalam bentuk kepingan compact disk.

“Saat ini sedang digandakan di SMAN 1, selanjutnya dibagikan ke sub rayon dan sekolah. Kami juga masih mencari kesepakatan kapan dibagikan ke sekolah biar tidak bocor,” ungkapnya.

Kebocoran ini menurutnya memang tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya ujian dilaksanakan atas kendali dan pengawasan sekolah.

Sehingga sekolah tidak akan membagikan soal yang akan menjadi indikator evaluasi pendidikannya ini.

Sementara itu kepala SMAN 21, Yatno Yuwono mengungkapkan menggunakan persentase 50 persen untuk nilai USBN,US, Ujian praktek dan nilai rapor.

Sedangkan sisanya sebanyak 50 persen menggunakan penilaian ujian nasional.

“Ujian nasional saya gunakan untuk memotivasi siswa agar tetap semangat belajar untuk UN. Sekolah lain harusnya juga tetap memakainya meskipun persentasenya berbeda,” jelasnya.

Terkait USBN, pihaknya dan seluruh SMA sudah menerima master soal.

Sehingga teknisi dan proktor bisa memulai pengecekan master soal.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved