Pembobol Rumah TNI ini Tewas Tertembak, Seorang Pelaku Sekarat, Ini Kronologinya

Abdul Sani, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terbilang beruntung setelah beraksi membobol rumah pada Rabu (15/3/2017) siang. Nyawa pemuda 25 tah

Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/ Rorry Nurmawati
Abdul Sani, pelaku pencurian yang masih kritis di ICU RSUD dr Soekandar setelah dihajar warga yang geram dengan ulah pelaku, Rabu (15/3). 

 Laporan Wartawan Surya, Rorry Nurmawati

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Abdul Sani, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terbilang beruntung setelah beraksi membobol rumah pada Rabu (15/3/2017) siang. Nyawa pemuda 25 tahun ini masih terselamatkan, meskipun mengalami luka parah dibagian wajah.

Dalam kejadian ini, pelaku beraksi tidak sendirian, melainkan bersama Junaidi warga Semampir, Surabaya. Sasarannya kali ini adalah rumah milik purnawirawan TNI AD Sanali warga Dusun/Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Saat itu, kedua pelaku yang sebelumnya telah mengetahui kondisi rumah, kemudian melancarkan aksinya.

Melihat kondisi rumah tak terkunci, Abdul Sani pria berpawakan besar memiliki rambut gondrong ini, yang bertugas sebagai eksekutor kemudian masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar.

Setelah mendapatkan dompet berisi uang tunai sebesar Rp 545 ribu, ia pun bergegas keluar. Apesnya, aksi ini dipergoki oleh Siti Mukhlisa istri Sanali.

Baca: Ditinggal Pergi, Rumah PNS Dibobol Maling, Perhiasan Senilai Rp 18 Juta Melayang

Sontak saja, korban pun berteriak maling. Karena aksi pelaku dipergoki, Abdul Sani tak kurang akal.

Ia pun membentak korban, hingga perempuan 49 tahun ini pun lari melalui pintu samping dan meminta pertolongan. Pelaku akhirnya lari bersama Junaidi yang telah siap menunggu di depan rumah.

Meskipun korban telah berteriak maling, namun warga sempat tak menyadarinya. Pasalnya, gelagat kedua pelaku saat kabur tidak menunjukkan kalau telah berbuat kriminalitas. Karena teriakan korban tak kunjung berhenti, warga pun akhirnya mengejar kedua pelaku yang mengendarai motor Honda Beat L 5839 FG warna putih.

Nasib apes pun menimpa keduanya, warga yang geram kemudian memukul hingga menelanjangi keduanya. Sayangnya, aksi inipun mengakibatkan Junaidi tewas di lokasi karena tembakan senapan angin yang diduga dilakukan oleh warga. Korban meninggal dunia karena tembakan tepat dibagian dada dan kening.

Sedangkan Abdul Sani, dilarikan ke RSUD dr Prof Soekandar karena mengalami luka parah dibagian wajah.

"Kami masih dalami, kalau dilihat dari barang yang dibawa seperti pisau, celurit, golok, sangkur, di dalam tas warna hitam, keduanya ini spesialis," kata Kasatreskrim Polres Kabupaten Mojokerto AKP Budi Santoso saat ditemui di RSUD dr Prof Soekandar.

Disinggung soal tembakan yang dilakukan warga, Budi Santoso akan mengusut lebih dalam. Oleh karena itu kasus ini pun, kemudian ditangani oleh Satreskrim Polres Kabupaten Mojokerto untuk diselidiki lebih dalam.

"Luka tembak bukan karena polisi, tetapi karena tembak senapan angin, bukan revolver. Kami akan selidiki lebih dalam," tegasnya kepada TribunJatim.com.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved