Kisah Haru 2 Saudara Asal Inggris, Satunya Mualaf Satunya Anti Islam, Tapi Tetap Akur
Sean Tobin memutuskan menjadi mualaf pada 2009. Tak sekadar mualaf, ia bahkan sudah berhaji dan menjadi seorang muslim taat.
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNJATIM.COM, INGGRIS - Agama harusnya memang menjadi alasan untuk saling menghargai sesama.
Bukannya sebaliknya, digunakan untuk saling menghina apalagi berperang.
Dua bersaudara asal Inggris ini menjadi contoh nyata hal tersebut.
Mereka adalah Sean Tobin (33) dan adiknya, Lee Hadley (30).
Keduanya punya pandangan hidup yang begitu drastis.
Sean Tobin memutuskan menjadi mualaf pada 2009.
Tak sekadar mualaf, ia bahkan sudah berhaji dan menjadi seorang muslim taat.

Ia mengganti namanya menjadi Abdul-Rahmaan Tobin.
Sementara sang adik, Lee, adalah pendukung dari England Defense League (EDL), atau gerakan sayap kanan yang tidak menerima kehadiran Islam di Inggris.
Meski demikian, keduanya mengaku agama bukan halangan untuk saling menghormati.
Sampai kini, mereka akur-akur saja.
Meski, Lee mengaku tak mau menyebut kakaknya dengan nama Abdul Rahman.
"Aku syok saat mendengar Sean masuk Islam. Dia orang kulit putih, asli Inggris, bukan hal yang normal kalau dia masuk Islam,"
"Aku tidak mendukungnya, tapi bagaimanapun, dia masih tetap kakakku,"
"Itu hidup Sean, itu hak dia," kata Lee.