Arema
Aduh, Dua Aremania Batu Dikeroyok Peserta Konvoi Napak Tilas Arema, Kok Teganya!
Dua orang Aremania (Penggemar Arema) jadi korban pengeroyokan peserta napak tilas Arema, Minggu (19/3/2017).
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua orang Aremania (Penggemar Arema) jadi korban pengeroyokan peserta napak tilas Arema, Minggu (19/3/2017).
Seorang korban luka parah di bagian kepala dan mata, dan seorang lainnya mengalami keseleso di bagian tangan.
Dua korban adalah Wahyu Widayanto (41) asal Ngaglik Kota Batu dan temannya, Fuad Sugik. Keduanya baru saja menghadiri acara komunitas RX King di Stadion Kanjuruhan, kabupaten Malang.
Menurut Sugik, saat itu dirinya dan Wahyu dalam perjalanan pulang.
Keduanya berpapasan dengan rombongan konvoi di depan Indomaret Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Malang.
Karena kondisi jalan sangat macet, keduanya menepi sambil menunggu konvoi berlalu.
Baca: Kapolresta Malang Lepas Napak Tilas Aremania
"Kami sudah minggir, terus sambil lihat konvoi lewat. Sebenarnya kan biasa ada konvoi terus ada warga yang lihat," ucap Fuad.
Saat tengah melihat iring-iringan, tiba-tiba seorang peserta konvoi menghardik Wahyu yang ada di depan Fuad. Wahyu yang merasa sama-sama Aremania menjawab dengan santai.
"Ada yang menghardik, opo'o (kenapa). Terus dijawab, gak opo-opo wong podo Aremane (gak apa-apa, sesama Arema)," tutur Fuad kepada TribunJatim.com.
Namun jawaban itu tidak meredakan amarah orang yang menghardik Wahyu. Secara tiba-tiba Wahyu diserang. Serangan ini diikuti oleh persera konvoi yang lain.
Melihat itu Fuad berusaha menolong Wahyu. Namun nasibnya sama, sejumlah orang juga menyerangnya. Nahas buat Wahyu, helm yang dipakainya terlepas.
"Kalau saya helm masih tetap di kepala, jadi saya masih selamat. Tapi mas Wahyu helmnya lepas, jadi pukulan langsung mendapat di wajah dan kepalanya," ungkap Fuad.
Akibatnya Wahyu menderita luka parah di bagian mata. Wahyu dan Fuad sempat dibawa ke Rumah Sakit Teja Husada untuk mendapatkan pertolongan medis. Mata kanan Wahyu harus diperban karena luka yang dialaminya.
Sementara Fuad terkilir di bagian tangannya. Fuad mengaku heran dengan perilaku peserta konvoi tersebut. Sebab dirinya dan Wahyu sama-sama memakai sepeda motor dengan nomor polisi N.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-malang-korban-penganiayaan-aremania-konvoi-napak-tilas_20170319_171356.jpg)