Dialog Bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ini Tuntuntan Perwakilan Sopir Angkutan Umum
Usulan dari sopir angkutan konvensional yang disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo rencananya akan diusulkan saat teleconference bersama...
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Airf Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Usulan dari sopir angkutan konvensional yang disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo rencananya akan diusulkan saat teleconference bersama Menteri Perhubungan dan Kapolri hari Selasa (21/3/2017) sebagai usulan revisi Permen no 32 tahun 2016.
Baca: DIalog Sopir Angkutan Umum Konvensional, Pakde Karwo: Jika Permen Belum Cukup, Kami Akan Buat Pergub
"Nanti akan saya sampaikan terutama masalah plat kuning tadi," ujar Pakde Karwo setelah acara dialog dengan sopir angkutan umum Senin (20/3/2017).
Dalam acara tersebut beberapa perwakilan sopir menyampaikan usulannya di depan Gubernur, Kadishub Jatim, dan Kapolrestabes Surabaya.
Beberapa usulan tersebut antara lain:
1. Kendaraan yang diaplikasikan harus punya ciri yang khas, tidak perlu diplat kuningkan
"Karena kita itu tidak tahu saingan kita apa, mereka bekerja seperti siluman," ujar Edi Hasibuan, seorang yang menyampaikan aspirasi ke Pakde Karwo.
2. Harus ada kuota seperti angkutan konvensional tapi jangan melebihi.
"Kita inginnya 30% dari jumlah total angkutan kota di Surabaya," ujar Edi
3. Harus Ada Kejelasan Tarif
"Kami minta setara, jangan lebih mahal dari kita juga jangan jauh di bawah kita," ujarnya.
4. Tidak boleh mengambil penumpang di dekat terminal dengan radius 1 km
5. Sopir online harus beridentitas agar mudah dikenali.
Kepala Dinas Perhubungan Jatim Wahid Wahyudi menyatakan, Kementerian Perhubungan sedang memperbaiki Permen no 32 tahun 2016 agar ada win win solution antara angkutan konvensional dan online.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-perwakilan-sopir-angkot_20170321_090440.jpg)