Perahu Terbalik di Gresik Bukan Yang Pertama, Ini Tiga Kecelakaan Perahu Yang Terjadi di Jawa Timur
Sebuah perahu penyebrangan sungai di Kali Surabaya di Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jatim terbalik pada Kamis pagi, (13/4/2017)
Penulis: Anugrah Fitra Nurani | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM - Sebuah perahu penyebrangan sungai di Kali Surabaya di Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jatim terbalik pada Kamis pagi, (13/4/2017)
Setidaknya, tercatat ada 12 orang yang turut tenggelam akibat perahunya yang terbalik.
Dua korban yang sudah ditemukan dinyatakan tewas.
Baca: Basarnas Jatim Cari Korban Perahu Tambang Tenggelam di Gresik, Dua Korban Dinyatakan Meninggal
Kejadian terbaliknya perahu di Kali Surabaya ini bukan pertama kali terjadi di Jawa Timur.
Sebelumnya, beberapa kejadian yang sama juga terjadi sejak tahun 2016 hingga awal tahun 2017.
TribunJatim.com mencoba mengulas kembali tiga kejadian perahu tenggelam di Jawa Timur.
Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Laut Jawa Bagian Utara Lamongan.
LAMONGAN - Perahu nelayan milik warga Paciran, Lamongan, diterjang ombak besar hingga terbalik pada Jumat (27/1/2017).
Dalam insiden itu, pasangan bapak dan anak yang menjadi penumpang perahu, selamat setelah bertahan hidup di laut lepas dengan berpegangan pada bangkai perahu selama 10 jam.
Dua penumpang itu adalah Rohis (58) dan Fatkhul Kutub (32).
Mereka tiba di Pelabuhan Brondong, Jumat dinihari sekitar pukul 03.25 WIB setelah diselamatkan oleh awak kapal morot nelayan Ridho Putra milik Mujianto, warga desa Kandangsemangkon, Paciran.
Menurut Rohis, perahunya terbalik akibat diterjang ombak besar.
Sekitar pukul 08.00 WIB, ombak besar datang berkali-kali dan membuat mereka gagal mengangkat jaring.
Tak hanya gagal, perahu mereka yang kecil terhempas lalu terbalik meski mereka sudah berusaha tidak melawan arah ombak.
Perahu Berisi Empat Nelayan Terbalik di Terjang Ombak di Perairan Kalbut Situbondo
SITUBONDO - Perahu nelayan asal Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, tenggelam di perairan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Situbondo pada Kamis (26/1/2017).
Perahu motor nelayan dengan tujuan Pelabuhan Jangkar Situbondo itu tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi.
Beruntung, empat nelayan berhasil diselamatkan nelayan lainnya yang tengah melaut saat kejadian
Empat nelayan yang selamat masing-masing bernama Salam (46), Yanto (26), Duki (37) dan Dila (19).
Salah seorang anggota Basarnas Jember, Jefri membenarkan tenggelamnya perahu nelayan tersebut.
"Empat nelayan semuanya selamat dan sekarang dievakuasi ke Pelabuhan Jangkar," kata Jefri kepada
Semua nelayan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka serius.
Perahu Yang Membawa 25 Santri Tenggelam di Bengawan Solo
GRESIK - 25 santri Ponpes Langitan Tuban korban tenggelam di sungai Bengawan Solo, daerah Babat Lamongan, pada Jumat (7/10/2016).
Peristiwa ini bermula saat 25 santri Ponpes Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban naik perahu untuk menyeberang ke pasar.
Saat perjalanan pulang, tiba-tiba perahu yang ditumpangi para santri ini tenggelam.
Sebanyak 18 santri selamat dan tujuh santri dinyatakan hilang.
(Surya.co.id/Tribunnews.com)