Perahu Tambang Tenggelam
Dua Insiden Perahu Tambang Terjadi dalam Sepekan, Ini yang Akan Dilakukan Gus Ipul
Di tragedi yang ke dua, insiden perahu tambang tidak sampai memakan korban jiwa.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, standar keamanan operasional untuk perahu tambang akan segera dibuat.
Hal tersebut dirasa ia perlu, karena dalam sepekan yaitu pada hari Kamis (13/4/2017) lalu dan Sabtu (15/4/2017) ini ada dua tragedi perahu tambang.
Kedua perahu tambang ini ada di sungai yang memisahkan dua daerah yaitu Wringinanom, Gresik dan Balongbendo, Sidoarjo.
Bahkan di insiden yang pertama, insiden tersebut menewaskan lima korban dan satu korban belum ditemukan.
Baca: Perahu Tambang Terbalik di Gresik, Korban Tewas Bertambah Satu Lagi Jadi Enam Orang
Baca: VIDEO : Proses Evakuasi Insiden Kedua Perahu Tambangan di Sungai Surabaya Gresik
"Saya akan bicara dengan Bupati Gresik dan Sidoarjo untuk bikin standar keamanan operasional perahu tambang ini," kata Gus Ipul, Sabtu (15/4/2017).
Gus Ipul juga menyadari akan pentingnya perahu tambang ini bagi masyarakat sekitar.
Meskipun begitu, ia mengintruksikan agar perahu tambang dihentikan sementara.
"Saya mohon dihentikan sementara karena membahayakan. Apalagi saat ini cuaca sedang tidak menentu, arus sungai juga cukup deras," tambahnya.
Baca: Sisa Satu Korban Insiden Perahu Tambang Belum Ditemukan, Diduga Masih di Sungai Ini
Gus Ipul juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada peraturan daerah yang mengatur regulasi operasional perahu tambang.
"Akan kita rumuskan standar keamanannya seperti apa. Mungkin nanti bisa di-Perda-kan," jelas Gus Ipul.
Di tragedi yang ke dua, insiden tidak sampai memakan korban jiwa.