Ngeri, Video Pertama Setelah Polisi Tembaki Mobil Isi Satu Keluarga, Warga Panik Gendong Anak Kecil
Terlihat jelas, pemandangan mengerikan dan penuh kepanikan ketika masyarakat menolong korban.
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNJATIM, PALEMBANG - Insiden diberondongnya sebuah mobil di Lubuklinggau, Bengkulu oleh sekelompok polisi, menggegerkan publik Tanah Air.
Satu keluarga di dalam mobil Honda City nahas, hitam berpelat nomor BG 1488 ON tersebut terdiri dari tujuh orang.
Mereka berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Akibat tembakan tersebut, Surini (55) meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.
Sementara itu, beberapa anaknya mengalami luka tembak, yakni Diki (29) di bagian punggung, Indra (32) di tangan bagian kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) di lengan sebelah kiri.
Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri karena diduga terserempet peluru.
Seorang anak lainnya, Galih (6), tidak mengalami luka. Para korban langsung dibawa ke rumah sakit di Lubuk Linggau.
Video saat pertama kali warga sekitar menolong korbanpun beredar di YouTube.
Terlihat jelas, pemandangan mengerikan dan penuh kepanikan ketika masyarakat menolong korban.
Ada juga ketika seorang pria menggedong anak kecil yang ikut menjadi korban tembakan polisi.
Berikut video tersebut :
Wakapolres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin, memberikan pernyataan resmi Selasa (18/4/2017) malam terkait penembakan mobil yang berisikan satu keluarga oleh polisi.
Andi mengatakan, peristiwa yang terjadi pasa Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 10.00 pagi itu berawal dari razia rutin terprogram yang dilakukan anggota.
Dia menyebutkan, razia itu untuk mengantisipasi kejahatan 3C ((curas, curat, dan curanmor) dengan lokasi yang sudah ditentukan. Sebelum kegiatan, anggota sudah di briefing terlebih dahulu, termasuk masalah penggunaan senjata api, kalau tidak terpaksa betul, maka jangan gunakan senjata api.
Ia mengatakan, saat kegiatan berlangsung, anggota melihat ada kendaraan sedan warna hitam BG1488ON tak mau dihentikan. Bahkan sempat mau nabrak anggota.