Sadis, Demi Ritual Ilmu Hitam, Pria Ini Mutilasi Ponakan Sendiri yang Masih Berusia 4 Tahun

Seorang pria di Afrika Selatan membunuh keponakannya yang masih balita untuk keperluan ilmu hitam.

Editor: Agustina Widyastuti
Mirror
Kamvelihle Ngalathe (4). 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang pria di Afrika Selatan membunuh keponakannya yang masih balita untuk keperluan ilmu hitam.

Kamvelihle Ngalathe (4) diculik oleh pamannya sendiri untuk digunakan dalam ritual ilmu hitam. Sebelumnya, Kamvelihle hilang saat sedang bermain bersama teman-temannya.

Hilangnya bocah itu diketahui sang nenek Nontuthuezelo Gwanya (70), mencari cucunya itu di tengah malam.

Kemudian saudari sang nenek memberikan informasi agar Nontuthuezelo mencari bocah itu di kediaman putranya Mandisi Gwanya (30).

Baca: Terbukti Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Polisi Medi Andika Dituntut Hukuman Mati

Nontuthuezelo mengikuti saran saudarinya itu dan tiba di kediaman putranya pada sekitar pukul 02.00 dini hari.

Saat mengetuk pintu itu, kemenakan Nontuthuezello tak mengizinkan perempuan itu masuk. Meski demikian sang nenek memaksa masuk dan langsung menjerit melihat apa yang terjadi di rumah itu.

"Saya pikir mereka sedang menyembelih babi karena begitu banyak darah lalu saya melihat tangan cucu saya dan sepotong daging," kata perempuan tua itu.

Nontuthuezelo mengatakan, putranya, yang juga paman dari Kamvelihle, mengaku dia membunuh dan menyantap daging bocah tersebut.

"Cucu saya tak layak bernasib seperti itu. Apalagi di tangan anggota keluarga yang seharusnya melindungi dia," ujar sang nenek sambil menangis.

Para tetangga mengatakan, tulang rusuk bocah itu ditaruh di sebuah bufet. Sementara tengkoraknya sudah dikuliti dan dibelah menjadi dua.

Baca: Pelaku Mutilasi ini Memotong Tubuh Korban Jadi 13 Bagian, Disembunyikan di Dalam Drum

Warga kemudian memanggi polisi yang kemudian menangkap sang paman dan beberapa orang lain yang diduga terlibat dalam pembunuhan sadis ini.

Juru bicara kepolisian setempat Kapten Nonzero mengatakan, tersangka baru saja bebas setelah menjalani hukuman penjara tujuh tahun karena melakukan pembunuhan.

Juru bicara keluarga Nosidima Xakana mengatakan, seluruh warga desa ikut dalam pencarian bocah malang tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved