Sulap Kampung Jadi Destinasi Wisata Limbah, Gara-garanya Begini
Tour wisata limbah disajikan dari rumah, pekarangan, hingga berbagai tempat lain yang ada di desa.
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ada pemandangan berbeda ketika memasuki Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Di kampung ini, ada kekhasan yang membedakan dengan perkampungan pada umumnya. Ya, warga di sini menyuguhkan destinasi wisata yang tak biasa, wisata limbah namanya.
Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya Desa Lakardowo telah dikepung oleh limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).
Sehingga warga setempat berinisiatif membuat tour wisata dari rumah, pekarangan, hingga timbunan limbah popok untuk para pengunjung yang datang ke tempat ini.
Wisata limbah ini, mulai banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga komunitas pemerhati lingkungan.
Kondisi yang terjadi di Desa Lakardowo tersebut diduga dampak dari pencemaran limbah dari pabrik di sana yang selama ini meresahkan warga.
Dengan adanya wisata limbah ini, warga berharap bisa menarik simpati dari masyarakat luas terkait kondisi yang sudah tidak sehat yang terjadi di lingkungan mereka.
Baca: Truk Overload Tabrak Pipa Limbah Pabrik Gula, Dampaknya Luar Biasa
Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan, wisata limbah menyuguhkan berbagai macam kondisi, mulai dari rumah limbah pembakaran batu bara, limbah popok bayi, air yang telah terkontaminasi, hingga pesawahan yang mulai tidak sehat.
"Untuk rumah limbah pembakaran batu bara, dijadikan tanah urug oleh warga. Sehingga ketika dicangkul, akan terlihat tanah hitam bekas pembakaran batu bara. Ada juga air yang sudah terkontaminasi tali masih digunakan oleh warga untuk mencuci dan mandi," ujarnya, Senin (24/4/2017).
Selain itu, hampir semua sumur warga telah terkontaminasi dengan senyawa bahan kimia berbahaya.
Oleh karena, di sini warga secara komunal membuat saluran air dari PDAM untuk digunakan sebagai kebutuhan memasak.
Pengunjung pun dapat berinteraksi secara langsung dengan warga yang menderita sakit kulit atau dermatitis.
"Sudah seharusnya, limbah B3 dijauhi oleh warga. Namun di Desa Lakardowo warga terpaksa harus berurusan dengan limbah, ini luar biasa," terang Prigi.
Wisata limbah yang digagas oleh Penduduk Lakardowo (Pendowo) Bangkit itu rupanya tak berjalan mulus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wisata-limbah-di-desa-lakardowo-kabupaten-mojokerto_20170424_200203.jpg)