Wanita Penjual Tempe ini Tewas Ditabrak Bentor dan Motor Sport, Ini Kronologinya
Wanita paruh baya yang sehari-hari sebagai penjual tempe bernama Jariyah (50) tewas seketika setelah ditabrak sepeda motor sport Yamaha R15 di Jalan S
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Wanita paruh baya yang sehari-hari sebagai penjual tempe bernama Jariyah (50) tewas seketika setelah ditabrak sepeda motor sport Yamaha R15 di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (2/5/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.
Motor sport 150 cc bernopol AE 4163 VW itu dikendarai pelajar MAN 2 Ponorogo Mufti Karim R (18) warga Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, yang baru saja pulang usai melihat pengumuman kelulusan di sekolahnya.
Warga Jalan Krakatau, Kelurahan Banyudono yang biasa berjualan di Pasar Songgolangit ini tewas di lokasi kejadian.
Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Badri, menuturkan, awalnya Jariyah sedang menuntun sepeda kayuh hendak menyebrang dari arah barat. Setibanya di tengah jalan Soekarno-Hatta, datang becak motor dari arah utara menabrak Jariyah hingga terjatuh di jalan.
Saat tergeletak di jalan, datang dari arah utara sepeda motor Yamaha R15 dan dengan kecepatan tinggi dan menabrak Jariyah hingga tewas.
Baca: Kemenhub dan Kepolisian Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut di Jalur Puncak
"Sebelum ditabrak, korban jatuh akibat tersenggol bentor, setelah itu sepeda motor Yamaha R15 menabraknya. Pengendara sepeda motor pun terjatuh. Sedangkan, korban tewas di lokasi," kata Ipda Badri.
Badri menuturkan saat ini jasad Jariyah sudah dibawa ke RSUD Ponorogo. Sedangkan pengendara bentor yang belum diketahui identitasnya dan pengendara sepeda motor Yamaha R15 juga dibawa ke rumah sakit. (Surya/Rahadian Bagus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-ponorogo-penjual-tempe-tewas-tertabrak-di-ponorogo_20170502_154809.jpg)