Target Naik 33 Persen, Bulog Madiun Bidik Serapan Gabah 77 Ribu Ton di 2026
Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menargetkan peningkatan signifikan dalam serapan gabah petani pada tahun 2026.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Perum Bulog Cabang Madiun menargetkan serapan gabah 77.259 ton pada 2026, naik 33 persen dari tahun sebelumnya.
- Realisasi 2025 melampaui target, mencapai 58.900 ton atau 101 persen.
- Hingga triwulan I 2026, serapan sudah 27.677 ton (35,82 persen dari target).
- Kabupaten Ngawi menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 60 persen.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menargetkan peningkatan signifikan dalam serapan gabah petani pada tahun 2026.
Target tersebut dinaikkan 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemimpin Cabang Bulog Madiun, Agung Saryanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pihaknya menargetkan serapan sebesar 58.180 ton gabah setara beras. Dari target tersebut Bulog Madiun mampu menyerap melampaui target.
"Dari target 58.180 ton, kami mampu menyerap 58.900 ton atau mencapai 101 persen," ujar Agung, Jumat (10/4/2026).
Memasuki tahun 2026, target tersebut ditingkatkan menjadi 77.259 ton gabah setara beras. Agung optimistis capaian itu dapat diraih, mengingat tren serapan yang terus menunjukkan hasil positif.
Baca juga: Rekor Terbesar di Bumi Reog: Polisi Ponorogo Sita 301 Gram Sabu Jaringan Lapas Madiun
Pada trimester pertama 2026 saja, serapan telah mencapai 27.677 ton atau sekitar 35,82 persen dari total target tahunan.
Bulog Cabang Madiun sendiri melakukan serapan di tiga wilayah, yakni Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Kabupaten Ngawi. Dari ketiga daerah tersebut, Kabupaten Ngawi menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 60 persen.
"Ngawi wilayahnya luas dengan area panen yang besar, sehingga sumbangsihnya cukup tinggi terhadap serapan kami," jelas Agung.
Untuk mengoptimalkan pencapaian target, Bulog Madiun terus memperluas kemitraan serta meningkatkan kapasitas pengolahan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama TNI dan Polri untuk mendapatkan informasi terkait titik-titik panen.
Dari informasi tersebut, Bulog akan langsung mendatangi lokasi panen dan membeli gabah petani. Di sisi lain, petani juga diberi kemudahan untuk mengirimkan hasil panennya secara mandiri ke tempat pengolahan yang telah bekerja sama dengan Bulog.
Adapun harga pembelian gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, dengan kondisi gabah sudah dikemas dalam karung, bersih, dan berada di pinggir sawah.
"Dengan berbagai upaya ini, kami optimistis target serapan tahun ini bisa tercapai," tutupnya.
| Usai Terapi, Anak 7 Tahun Tewas Diduga Terjatuh dari Lantai 3 RS Hermina Madiun |
|
|---|
| 100 Warga Binaan RSBK Madiun Dibekali Keterampilan Bertani Lewat Program Ladangku |
|
|---|
| Angin Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga Madiun, Ratusan Warga Gemarang Ikut Terdampak |
|
|---|
| Imbas Insiden Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, 4 Perjalanan KA di Wilayah Daop 7 Madiun Dibatalkan |
|
|---|
| Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, 2 Kereta Api Jarak Jauh dari Daop 7 Madiun Kena Imbasnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Petani-di-Desa-Klorogan-Kecamatan-Geger-Kabupaten-Madiun-memanen-padi.jpg)