Polisi Masih Selidiki Siswi Peserta Konvoi Lulusan SMK Pembonceng Gusti
Polisi Resor Magetan kini sedang mendalami cewek berseragam putih abu abu peserta konvoi kelulusan SMK, yang sempat difoto warga, beredar di media sos
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Polisi Resor Magetan kini sedang mendalami cewek berseragam putih abu abu peserta konvoi kelulusan SMK, yang sempat difoto warga, beredar di media sosial, sebagai cewek pembonceng almarhum Gusti Bagus Yulianto (18) siswa SMK Yosonegoro Magetan penabrak Paiman, juga meninggal, petani warga setempat.
"Ini juga masih pendalaman, masih tahap pemeriksaan, sabar Mas," kata Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Magetan Ipda Yudi Wiyanto yang dikonfirmasi Surya, Kamis (4/5-2017).
Menurut Kanit Laka, Polisi akan mencari saksi saksi yang melihat langsung kejadian di Jalan kabupaten wilayah Kecamatan Ngariboyo - Plaosan.
"Kita akan minta keterangan saksi saksi yang memberikan pertolongan pertama korban dan menepikan kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) itu," ujar Ipda Yudi.
Seperti diberitakan sesuai keterangan Wawan Jibus tukang tambal ban saksi yang mengetahui kejadian kecelakaan lalu lintas hingga merenggut dua nyawa sekaligus itu, saat kejadian saksi melihat cewek berseragam putih abu abu ikut terguling guling jatuh bersamaan dengan tabrakan yang melibat salah satu peserta konvoi yang diketahui dari SMK Yosonegoro itu.
"Tapi begitu warga berdatangan memberikan pertolongan, cewek (siswi berseragam putih abu abu) yang rok abu abunya kotor karena terjatuh, sudah hilang bersama teman temannya yang lain,"kata pria berambut gondrong kepada Surya.
Polres Magetan sebelum pengumuman kelulusan SMK, sudah berusaha melarang dengan melayangkan surat kepada seluruh SMK di wilayah Kabupaten Magetan.
"Makanya begitu acara kelulusan SMK diumumkan, seluruh jalan protokol di wilayah kota sampai ke Sarangan kita jaga. Tapi dasar anak, mereka lewat jalan alternatif, dengan mengambil jalan kecamatan," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Magetan Kompol Djuwadi.
Bahkan Polisi, tambah Kabag Ops, mendatangi sekolah sekolah untuk memberikan arahan agar tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor dan mengultimatum akan menindak tegas bila masih nekad konvoi.
"Kita sebenarnya juga sudah peringatkan, kita akan tindak tegas sesuai hukum berlaku, bila tetap melakukan konvoi. Karena konvoi, sangat mengganggu pengguna jalan lain. Tidak hanya itu juga membahayakan umum," kata Kompol Djuwadi.
Namun rupanya Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Magetan yang kurang serius melakukan pembinaan keras kepada sekolah sekolah yang menjadi tanggungjawabnya.
"Kita sudah kirimkan surat larangan konvoi kepada siswa siswi untuk merayakan kelulusan. Bahkan kami juga sudah meminta sekolah masing masing mencari solusi,"kata Yuauf, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Magetan.
Cabang Dindik Provinsi berjanji akan memberikan sanksi kepada SMK Yosonegoro, namun tidak jelas bentuk sanksi yang diberikan atas pelanggaran itu. (Surya/ Doni Prasetyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-magetan-polisi-selidiki-siswi-yang-dibonceng-gusti_20170504_190158.jpg)