Demi Impian Ini untuk Desanya, Dua Pemuda Timor Leste Menuntut Ilmu Hingga ke ITS Surabaya
Ayah seorang penerima beasiswa dari ITS Surabaya merupakan petani kopi di Ermera, daerah penghasil kopi nomor satu yang ada di Timor Leste.
Penulis: Triana Kusumaningrum | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyambut 42 calon mahasiswa baru (maba) dari Timor Leste, Senin (8/5/2017) lalu.
Mereka adalah para penerima beasiswa Fundus Desenvolvimento Capital Humano (FDCH).
Secara resmi, Menteri Negara Koordinasi Masalah Sosial dan Menteri Pendidikan Republik Demokratik Timor Leste, Dr Antonio da Conceicao, menyerahterimakan 42 maba tersebut kepada Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana.
Baca: Menteri Pendidikan Timor Leste Kunjungi ITS Surabaya, Ternyata untuk Serah Terima Ini
Dari 42 maba tersebut, dua di antaranya bernama Melqui De Jesus Soares dan Rubem Maniano De Jesus.
Mereka terlihat antusias saat mengikuti pengarahan dari ITS Surabaya.
"Saya mempersiapkan yang ada saja, soalnya katanya orang semua ada di Indonesia. Jadi cuma bawa yang dibutuhkan saja," ujar Melqui yang merupakan anak ke-7 dari 13 bersaudara.
Ayah Melqui merupakan petani kopi di Ermera, daerah penghasil kopi nomor satu yang ada di Timor Leste.
Pilihan pertama Melqui di ITS Surabaya adalah Jurusan Matematika dan pilihan kedua adalah Teknik Perkapalan.
Tapi ia sangat berharap bisa masuk Jurusan Matematika.
Saat ia kembali ke Timor Leste, Melqui ingin berkontribusi untuk negaranya lewat ilmu yang di dapat di ITS Surabaya.
Baca: ITS Surabaya Adakan Tes Penerimaan Mahasiswa Baru di Dili Timor Leste
Sama halnya seperti Rubem, mahasiswa baru dari distrik Baucau, Timor Leste ini memilih Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Konstruksi Perkapalan.
"Kalau saya bisa lulus dari ITS Surabaya, akan berkontribusi untuk negara dalam bidang teknologi, karena teknologi di Timor Leste sangat minim," ujar Rubem penuh semangat.
Sebelum memasuki perkuliahan, 42 maba tersebut harus mengikuti program matrikulasi selama dua bulan.
Program ini untuk mendapatkan pengetahuan mengenai ilmu-ilmu yang nantinya akan mereka pelajari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mahasiwa-baru-asal-timor-leste-di-its-surabaya_20170509_150327.jpg)