Pulau Gili Ketapang Akan Disulap Jadi Sentra Budidaya Kerapu Terbesar

Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, perairan ini memiliki potensi apik untuk budidaya laut, khususnya budidaya ikan kerapu.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Mujib Anwar
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Sejumlah nelayan yang menekuni bisnis budidaya ikan kerapu yang berlimpah di Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pemkab Probolinggo terus mengembangkan potensi perairan di Pantai Pulau Gili Ketapang di Kecamatan Sumberasih.

Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, perairan ini memiliki potensi apik untuk budidaya laut, khususnya budidaya ikan kerapu dengan menggunakan sistem keramba.

Perairan Gili Ketapang ini arusnya tidak terlalu deras dan tidak terlalu tenang, alias normal.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh masyarakat di pesisir Pulau Gili Ketapang untuk memaksimalkan potensi ini.

"Sudah banyak kelompok yang memanfaatkan budidaya kerapu dengan keramba, salah satunya Kelompok Mina Gili. Dalam kelompok ini ada sedikitnya enam petani keramba apung. Masing-masing petani memiliki satu petak," katanya.

Baca: Demi Wasiat Kiai Hasyim, Golkar Siap Deklarasi Usung Khofifah

Dia menjelaskan, satu petak berisikan sekitar 500 ekor dengan ukuran yang bervariasi. Mulai dibawah 10 sampai 10 sentimeter.

Hasil panen ikan kerapu ini bisa dijual seharga Rp 70.000 - Rp 75.000 per kilogramnya.

"sistem budidaya ikan kerapu dengan keramba ini sangat menjanjikan. Satu tahun bisa tiga kali panen. Setiap empat bulan dari tebar sudah bisa panen. Ini sangat efektif sekali," jelasnya.

Baca: Muhaimin Pastikan PKB Galang Kekuatan Usung Duet Halim - Risma Maju Pilgub Jatim

Ipung, sapaan akrabnya, menambahkan, untuk budidaya ikan ini pun tidak sulit. Makanannya pun sangat mudah, hanya cukup diberi sisa ikan segar dan dipotong dalam ukuran kecil.

Selanjutnya, ditebar ke semua petak berisikan ikan kerapu tersebut.

"Kuncinya , harus telaten. Sebab, budidaya ini tidak menghasilkan uang setiap hari seperti nelayan pada umumnya. Harus menunggu empat bulan baru bisa panen," tandasnya.

Lebih lanjut, Ipung menerangkan bahwa budidaya ikan kerapu dengan keramba apung ini bisa dilakukan pada kedalaman laut mulai dari 8 meter.

Jaring yang biasa digunakan adalah jaring yang sering digunakan nelayan untuk menangkap ikan berukuran 3x3 dengan kedalaman 3 meter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved