Komplotan Perampas HP Pelajar Surabaya Digulung, Tiga Pelaku Ternyata Bocah SMP, Aksinya Mengerikan
Kelompok ini biasanya dengan sadis merampas HP dan tas dengan sasaran korban anak-anak SMP.
Penulis: Fatkhul Alamy | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi kejahatan yang dilakukan lima pelaku ini cukup memprihatinkan.
Tiga dari lima pelaku yang masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMP dan SMK nekat menjadi komplotan jambret dan beraksi berulang kali di Kota Surabaya.
Mereka adalah, Faris (25), CW (18), AH (15), dan AA (16), asal Keputran Panjunan serta FA (15), warga Pendegiling Surabaya. Tiga pelaku yang masih di bawah umur, tercatat masih sekolah di SMP dan SMK di Surabaya.
Mereka digulung tim Anti Bandit Polsek Tegalsari Surabaya. Para pelaku biasa melakukan pemerasan dan pejambretan dengan korban pelajar SMP di wilayah Kupang Surabaya.
"Kelompok ini biasa merampas HP dan tas dengan sasaran korban anak-anak SMP," sebut Kapolsek Tegalsari Surabaya, Kompol Noerijanto, Kamis (18/5/2017).
Baca: Masyaallah, Hanya Bayar 2 Bungkus Rokok, 14 Pria Homo ini 3 Hari Pesta Seks Sesama Jenis Sepuasnya
Noerijanto menuturkan, diringkusnya lima pelaku ini bermula dari informasi adanya tindak pemerasan dan perampasan anak-anak SMP di wilayah Kupang.
Setelah diselidiki, ternyata aksi kejahatan dengan korban anak-anak SMP ini dilakukan kelompok yang dipimpin Faris. Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari akhirnya menangkap Faris di rumahnya.
"Tersangka Faris merupakan pemimpin kelompok ini dan juga perekrut anggota," jelas Noerijanto.
Dalam aksinya, kelompok ini dibagi dua. Dengan dipimpin Faris, mereka beraksi memakai dua motor, Honda Beat L 3527 QB dan Honda Beat L 3261 NJ.
Selanjutnya, pelaku mendatangi korban yang rata-rata pelajar SMP dan menuduhnya telah melajukan penganiayaan.
"Jika tidak mengaku, pelaku langsung memukuli dan merampas uanng, HP dan tas milik korban," terang Noerijanto.
Baca: Biadab, Hanya Modal Iming-iming 2 Anak Ayam Lucu, Pria ini Leluasa Cabuli Bocah TK Sepuasnya
Sedikitnya Faris dkk sudah melakukan aksinya di enam TKP. Enam lokasi yang diakui pelaku, yakni depan Klenteng Cokroaminoto, Taman Sakura, Jalan Mawar, Gang samping SMPN 10, Jalan Cendana, Jalan Keputran Panjunan.
"Para pelaku juga pernah merampas HP di acara Cara Free Daya (CFD) dekat Taman Bungkul. Sementara mengaku enam kali, tapi kami terus mengembangkan. Kemungkinan masih ada lokasi lain," ucap Noerijanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/siswa-smp-penjabret-hp-pelajar-surabaya_20170518_141347.jpg)