Pilih Gandeng Toko Modern untuk Berdayakan Produk Olahan UKM
Padahal usaha kecil dan menengah mendominasi perputaran usaha di daerah ini hingga 40 persen.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pemkab Magetan akan terus membedayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UKM).
Caranya, dengan dilakukannya kerjasama antara pelaku UKM dengan toko modern.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Magetan Venly Tomy Nicolas mengatakan, pemberdayaan usaha mikro diharapkan bisa menjadi penyumbang Pendapatan Domistik Regional Bruto (PDRB). Hal itu dinilai penting, karena usaha mikro ternyata mendominasi perputaran usaha di Kabupaten Magetan sampai 40 persen.
"Makanya pemberdayaan Usaha mikro jadi program prioritas kami," ujarnya kepada Surya, Senin (22/5/2017).
Program prioritas ini, bertujuan mendorong tumbuh kembangnya usaha mikro, khususnya, produk makanan olahan, karena secara riil, usaha mikro ini mampu menjadi sabuk pengaman sosial saat krisis ekonomi beberapa waktu lalu.
"Ini merupakan program prioritas untuk peningkatan akses pemasaran produk usaha mikro lewat jaring kemitraan degan toko modern," kata Venly.
Pihaknya mengajak belasan pengusaha pemilik toko modern di wilayah Magetan, untuk dipertemukan dengan ratusan usaha mikro produsen makanan olahan khas Magetan.
"Salah satu persoalan yang dihadapi pelaku usaha mikro adalah akses pemasaran dari produk yang dihasilkan. Oleh karena itu peran pelaku usaha di Magetan. Khususnya pelaku usaha toko moderen menjadi sangat strategis sebagai mitra memasarkan produk usaha mikro," katanya.
Bahkan DKUM juga mendatangkan pengusaha dari Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia (AKRINDO) Jawa Timur, sebagai wadah gerakan koperasi di bidang usaha ritel atau biasa disebut swalayan.
"Bukti dari kesungguhan DKUM untuk memberdayakan usaha mikro di Magetan, kita datangkan Bapak Anang Surya dari Akrindo untuk menjadi saksi penandatanganan kerjasama antara toko modern dan pengusaha mikro di Magetan juga untuk memberikan ilmu berusaha, khususnya produk makanan olahan khas," jelas Venly Tomy Nicolas.
Perjanjian kerjasama toko modern dan usaha mikro itu juga salah satu dari keprihatinannya melihat produk makanan olahan khas daerah lain menguasai toko modern di wilayah Magetan.
Padahal, sebenarnya produk makanan olahan khas Magetan tidak kalah dari segi kualitas dan kemasannya.
"Trimakasih, begitu gagasan ini kita sampaikan kepada pengusaha pemilik toko moderen dan pengusaha mikro produsen makanan olahan, mereka menyambut dengan senang hati, dan minta segera melakukan penandatangan kerjasama," katanya. (Surya/Doni Prasetyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/produk-ukm-magetan-masuk-toko-modern_20170522_213350.jpg)