Bom Kampung Melayu Tewaskan Polisi, Brimob Gembleng Kemampuan ini ke Personel Satlantas

Pelatihan itu bertujuan berbagi ilmu kepada personel di satuan lain untuk menangani teror.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Mujib Anwar
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Personel Brimob memberikan pelatihan kewaspadaan terhadap aksi dan pelaku teror pada Polisi Sabhara dan Polisi Lalu Lintas di Mako Brimob Detasemen B Pelopor Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (25/5/2017). Pelatihan yang diikuti 30 personel Polres Malang Kota ini untuk meningkatkan skil dan kewaspadaan paska aksi bom bunuh diri yang menewaskan tiga polisi di Jakarta. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jajaran Desatesemen B Brimob Polda Jatim menggelar latihan kewaspadaan dini terhadap personel kepolisian, Kamis (25/5/2017).

Latihan digelar di markas Detasemen B Brimob di Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Mereka yang terlibat dalam latihan itu sebanyak 30 orang dari internal Brimob Den (Detasemen B), dan 30 personel Satuan Sabhara dan Satuan Lalu Lintas dari Polres Malang Kota.

Wadanki 1-B Brimob Ampeldento Iptu Sumantri mengatakan, pelatihan itu bertujuan berbagi ilmu kepada personel di satuan lain, seperti Sabhara dan Satlantas untuk menangani peristiwa teror.

Latihan ini dilakukan setelah sebelumnya, personel polisi di Jakarta menjadi korban ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5/2017) malam.

"Latihan ini untuk meningkatkan kewaspadaan, mengantisipawi keamanan wilayah terutama di Malang Raya," ujar Sumantri, Kamis (25/5/2017).

Baca: Tubuh Bergeletakan, 5 Orang Diterjang Bom Kampung Melayu, Begini Kondisinya

Yang dikedepankan selama pelatihan adalah, tentang bagaimana tindakan yang harus diambil ketika ada gangguan keamanan teror.

"Apabila terjadi ledakan bom, apa yang harus dilakukan, juga apabila terjadi tembakan apa yang harus dilakukan. Kami saling sharing," jelasnya.

Latihan itu terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama, para petugas kepolisian dilatih metode 'buddy system'.

Di teknik ini, polisi dilatih saling melindungi teman atau anggota tim, tetapi juga bersiaga dan melumpuhkan kala menghadapi serangan berupa tembakan. Polisi mengedepankan unsur kecepatan dalam melumpuhkan di sistem ini.

Baca: Bom Pipa Paralon Diledakkan Tim Jihandak, Isinya Ternyata Barang Sederhana ini

Dalam latihan di sesi ini, digambarkan dua teroris menyerang memakai senjata api ke segala arah. Satu tim polisi, saling melindungi tetapi juga siap menyerang untuk melumpuhkan teroris.

“Unsur kecepatan, surprise atau kejutan menjadi penting dalam 'buddy system' karena tujuannya adalah melumpuhkan teroris,” terang Sumantri.

Di sesi kedua, latihannya berupa penanganan oleh personel kepolisian ketika ada bom meledak. Polisi melakukan simulasi penyelamatan korban ledakan, terutama yang belum meninggal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved