Semarak Ramadan

Inilah Suasana Puasa Ramadan di Swiss, Tak Ada Adzan Mahgrib, Isya, Subuh dan Imsyak

TAK ada adzan Mahgrib, Isya atau pun subuh dan Imsyak. Siangnya panjang dan malamnya pendek. Itu artinya, bersiaplah puasa selama sekitar 18 jam selam

Tayang:
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Sumber : Dewi Birrer
komunitas muslim swiss saat buka puasa di Wisma Duta Gumligen, Bern 

Laporan Citizen Reporter Krisna Diantha dari Swiss

TRIBUNJATIM.COM, SWISS - Banyak perbedaan saat menjalankan ibadah puasa di Tanah Air dengan Muslim di luar Indonesia khususnya Muslim di negara-negara Eropa.

Kali ini TribunJatim menyajikan laporan suasana Ramadan di negara Swiss.

TAK ada adzan Mahgrib, Isya atau pun subuh dan Imsyak. Siangnya panjang dan malamnya pendek. Itu artinya, bersiaplah puasa selama sekitar 18 jam selama menjelang musim panas di Swiss.

Habis berbuka puasa, biasanya dilakukan setelah sholat mahgrib, datanglah panggilan sholat Isyak, tidur dua jam, sudah harus bangun untuk makan sahur, sholat subuh, dan kalau tidak kerja pagi, bisa tidur lagi.

Makanan seperti rendang, atau mie instan banyak menolong orang puasa. Tinggal dipanaskan, atau dijerang dalam air mendidih, tak sampai seperempat jam, sudah bisa buka atau makan sahur seperti di tanah air.

Kalau beruntung, datang undangan dari kawan sesama muslim, untuk buka puasa, sekaligus makan sahur.

Kali ini, dalam minggu pertama puasa Ramadan di Swiss, sudah ada dua undangan buka puasa plus salat tarawih.

Satunya dari KBRI Bern, satunya lagi dari pengajian An Nur, Bern. Tidak semua bisa saya datangi, meskipun ingin berkumpul dengan sesama saudara seiman, sekaligus sholat berjamaah.

Pengajian An Nur bahkan menawarkan menginap, di sebuah gedung serba guna yang disulap menjadi mushollah, agar kami bisa makan sahur bersama.

Godaan puasa di Swiss, juga Eropa umumnya, bukan sekadar waktu puasa yang panjang. Tapi juga tidak terdengarnya kumandang adzan, atau malam takbiran ketika lebaran tiba.

Atau bagaimana pemandangan di jalanan, ketika musim panas orang Swiss berpakaian sesuai cuaca. Untuk muslim yang masih muda, atau setidaknya berjiwah muda, bukan hal gampang.

Di tempat kerja, tak ada istilah menghormati orang puasa, karena orang Swiss tidak mengenal yang namanya puasa sebagaimana ajaran Islam.

Kalau pun ada yang beranya mengapa saya tidak makan, juga tidak minum, di siang hari, biasanya kami jawab bahwa itu ajaran Islam.

Baca: Gara-gara Wanita Idamannya Telepon Laki-laki Lain, Pria Ini Keliling Kampung Hunuskan Celurit

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved