Breaking News

Masjid Roudhotul Muchlisin Jadikan Ikon Religi Kabupaten Jember

Masjid Roudhotul Muchlisin di Jalan Gajahmada 180, Kelurahan Condro, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur ternyata memiliki magnet tersi

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
surya/Galih Lintartika
Masjid Roudhotul Muchlisin di Jalan Gajahmada 180, Kelurahan Condro, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Masjid Roudhotul Muchlisin di Jalan Gajahmada 180, Kelurahan Condro, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur ternyata memiliki magnet tersindiri dalam memikat wisatawan.

Dalam sehari, masjid ini bisa dikunjungi lebih dari 1000 wisatawan , baik itu lokal atau bahkan orang di luar Jember. Jumlah itu meningkat seiring datangnya bulan Ramadan seperti sekarang ini.

Jumlah pengunjung masjid memang sangat banyak. Hal itu terlihat dari parkiran masjid ini yang dipenuhi dengan kendaraan dengan plat luar kota seperti L, P, W, S, dan lainnya.

"Saya dari Lumajang. Ini tadi mampir ke masjid ini. Kata tetangga dan teman kok katanya masjidnya bagus dan bersih. Makanya saya penasaran dan menyempatkan mampir," kata Suwoto, pengunjung asal Lumajang.

Pria 58 tahun ini tidak mengira bahwa masjid ini sangat mewah dan indah. Ia sangat senang bisa beribadah dengan nyaman dan tentram di sini.

"Saya baru kali ini datang ke masjid seperti ini. Luar biasa bagusnya. Saya ini kan penjual ciriping. Kalau jualan keliling. Tapi kalau jualan ke Jember saya akan mampir ke masjid ini lain waktu kayaknya," paparnya.

Ia mengaku menyempatkan diri foto di depan dinding yang bertulisak surat Ar - Rahman. Ia juga menyempatkan diri berfoto di depan masjid.

"Saya buat kenang - kenangan buat anak saya di rumah," jelasnya.

Baca: Masjid Ala Turki di Jember, Dibangun Swadaya Selama 8 Tahun

Hal yang sama juga dilakukan Anwar. Ia pengunjung asal Pasuruan. Ia ke Jember berkunjung ke rumah saudaranya.

"Tadi dikasih tau kalau ada masjid baru. Terus saya minta antar kesini. ternyata memang tempatnya bagus ya," jelasnya.

Ia menyetarakan masjid ini dengan masjid kubah emas yang ada di Depok. Menurutnya, ada kesamaan antara masjid di sini dengan kubah emas yang ada di Depok.

"Ukiran dan gayanya itu hampir sama dengan Depok. Warna emas yang dominan juga sama. Saya yakin habis ini pasti akan semakin ramai pengunjungnya," tandasnya.

Sekadar diketahui, selama satu tahun ke depan pengurus dan takmir membuka masjid ini untuk umum jika digunakan untuk kegiatan kajian islam atau pernikahan. Masjid ini bebas digunakan untuk acara pernikahan, pengajian dan sejenisnya tanpa dipungut biaya.(Surya/ Galih Lintartika)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved