Breaking News:

Inilah Kronologi Ibu dan Anak Tewas Tersambar KA Krakatau

Kecelakaan tragis yang menimpa Nanik Intianah (35) bersama sang anak Aisyah Nur Amalia Azzahro (6) ditengarai akibat kelalaiannya sendiri.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Mohammad Romadoni
Korban yang tergeletak karena tersambar kereta api 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kecelakaan tragis yang menimpa Nanik Intianah (35) bersama sang anak Aisyah Nur Amalia Azzahro (6) ditengarai akibat kelalaiannya sendiri.

Mereka menerebos palang pintu kereta api (KA) di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (8/6/2017).

Akibatnya fatal, kedua korban tewas tersambar KA Krakatau jurusan Blitar-Jakarta.

Seorang saksi mata, Qowim Fathul Ulum, penjaga palang pintu kereta mengatakan kedua palang pintu sudah ditutup sebelum KA Krakatau dari Kota Blitar lewat.

Korban yang mengendarai sepeda motor matic Nopol AG 6555 JN itu nekat menerebos masuk melalui sisi kanan palang pintu.

Disinyalir korban warga Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih itu tak menyadari adanya KA Krakatau yang sudah berada dekat. Tak pelak sepeda motor motor korban tersambar dan terpental sejauh sekitar lima meter dari lokasi kejadian.

Korban Nanik Intianah terpental bersama sepeda motor dan membentur sepeda motor pengendara lain. Sedangkan korban Aisyah Nur Amalia Azzahro sempat terseret KA beberapa meter.

"Saya tidak bisa menghalau kecelakaan itu karena saat kejadian menghadap ke arah kereta datang," ungkap Qowim Fathul Ulum.

Dari pantauan di lapangan jenazah korban Aisyah mengalami luka parah di kepala. Korban masih mengenakan baju seragam sekolah. Sedangkan, Nanik sempat mendapat pertolongan di UGD Rumah Sakit Gambiran. Namun sayang Nanik meninggal menyusul anaknya.

"Dia (korban) mau mengantar anaknya berangkat ke sekolah yang ada di dekat sini," imbuhnya.

Baca: BREAKING NEWS - Tersambar KA, Balita Tewas, Ibunya Sekarat

Dikatakannya Fathul, adanya kejadian itu KA Krakatau sempat berhenti dan menghubungi Stasiun Ngadiluwih.

"Masinis telah melapor dan sudah ada orang di sini maka KA Krakatau melajutkan perjalanan," imbuhnya.

Ditambahkannya, memang banyak pengendara sepeda motor yang sering kali menerobos palang pintu KA. Padahal hal itu adalah perbuatan ceroboh yang bisa membahayakan nyawa.

"Setiap hari disini banyak yang menerobos palang pintu. Mereka nggak nyadar kalau budaya menerobos palang pintu bisa berakibat nyawa melayang," pungkasnya. (Surya/Mohammad Romadoni).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved