Tiga Hal yang Buuat Politik Berbeda dengan Bisnis Versi Sandiaga Uno

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, mengungkapkan bahwa terjun ke dunia politik merupakan sebuah langkah

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno (kacamata) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf saat bersiap berbuka di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, pada Minggu (11/6/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, mengungkapkan bahwa terjun ke dunia politik merupakan sebuah langkah yang salah bagi dunia usahanya.

Ia mengatakan ada tiga perbedaan signifikan yang ia temukan setelah terjun ke dunia politik.

Hal yang pertama adalah masalah loyalitas.

Ia bercerita bahwa di politik ia pernah menemui seseorang yang berganti-ganti partai berkali-kali untuk bisa mencapai kedudukan yang diinginkan.

"Kalau di dunia usaha, kita harus loyal pada atasan, harus loyal pada konsumen, harus loyal pada jajaran direksi," ujarnya saat menghadiri acara Ngaji Bisnis di halaman Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya hari Minggu (11/6/2017).

Perbedaan yang kedua adalah masalah ketidak pastian.

Ia mengatakan bahwa di dunia bisnis, ketidak pastian berupa resiko akan ditekan seminimal mungkin untuk menghindari kerugian.

"Kalau di politik, semakin tidak pasti semakin menarik," tambahnya.

Sedangkan perbedaan yang terakhir adalah masalah penepatan janji.

Ia sering kali menemukan politisi yang berkata manis di masa kampanye dan tidak ada realisasi sampai masa pemerintahnnya usai.

"Kalau di bisnis, kita janji mengantar paket pukul 15.00 WIB, pukul 14.45 WIB sudah ditelpon pelanggan sampai mana," tambahnya.

Selain terjun ke dunia politik, kesalahan lain yang pernah ia lakukan dalam dunia bisnisnya adalah tidak ikut pelatihan bisnis ketika di bangku kuliah.

"Pelatihan itu sangat penting. 80 persen pengusaha kuliner gagal di tahun pertamanya karena mereka belum pernah ikut pelatihan sehingga pengalamannya minim," ujar Sandiaga.

Sedangkan kesalahan terakhirnya adalah tidak berinvestasi di sektor Sumber Daya Manusia (SDM).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved