Breaking News

Siapa Sangka, Nenek Moyang Warga Suku Tengger di Gunung Bromo Merupakan . . .

Gunung Bromo terletak di sekitar Pasuruan, Lumajang, Probolinggo dan Kabupaten Malang. Suku Tengger menjadi suku yang menetap di sekitar gunung...

Tayang:
Penulis: Pipin Tri Anjani | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Tribunnews.com
Masyarakat Suku Tengger Lakukan Upacara Kasada di Gunung Bromo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Surabaya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gunung Bromo merupakan satu objek wisata andalan Jawa Timur.

Pegunungan dengan pemandangan kawahnya yang memukau menjadi favorit para wisatawan dalam negeri dan luar negeri.

Gunung Bromo terletak di sekitar Pasuruan, Lumajang, Probolinggo dan Kabupaten Malang.

Suku Tengger menjadi suku yang menetap di sekitar Gunung Bromo.

Usut punya usut, masyarakat suku Tengger merupakan keturunan dari pangeran Majapahit.

Baca: Uang Sesaji yang Dilarung Nilainya Fantastis, Warga Saling Berebut di Puncak Perayaan Kasada

Sekitar 600.000 penduduk dengan suku Tengger menetap di kawasan yang terbagi menjadi tiga puluh desa.

Bagi masyarakat ini, Gunung Bromo merupakan lokasi yang sakral.

Mereka akan mengadakan upacara Kasada setiap setahun sekali, sebagai bentuk ucapan terimakasih mereka kepada Sang Pencipta.

Upacara Ini diadakan pada waktu bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 dalam kalender jawa.

Dilansir dari Indonesia-tourism.com, asal usul nama Tengger berasal dari nenek moyang suku Tengger, yang diyakini merupakan sosok Roro Anteng dan Joko Seger.

Jika digabungkan kedua nama belakang dari nenek moyang mareka maka Anteng dan Seger jadi Tengger.

Baca: Hari Terakhir Pengembalian Formulir Dukungan, Bupati Ngawi Datang ke DPD PDIP Jatim Kepagian

Selain itu mereka sehari-hari menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved