Malang Raya Tidak Masuk dalam Destinasi Wisata Utama Indonesia

Kementerian Pariwisata tidak memasukkan Malang Raya sebagai kawasan destinasi wisata utama dan prioritas di Indonesia. Kota Malang, Kabupaten Malang,

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Sany eka putri
Pengunjung menikmati bersepeda di atas awan 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kementerian Pariwisata tidak memasukkan Malang Raya sebagai kawasan destinasi wisata utama dan prioritas di Indonesia. Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu masih 'kalah' dibandingkan Kabupaten Banyuwangi.

Sebab Banyuwangi termasuk dalam destinasi wisata utama di Indonesia, bersama beberapa kota lain di Indonesia. Kemenpar menyebut destinasi wisata utama di Indonesia adalah Jakarta, Batam, Bali, Joglosemar (Yogyakarta, Solo, Semarang), Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi. Sedangkan destinasi wisata prioritas adalah Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, dan Morotai.

Menurut Kepala Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali Dewa GN Byomantara, daerah maupun kawasan termasuk dalam destinasi wisata utama dan prioritas karena beberapa parameter antara lain potensi daerah, aksesibilitas ke tempat itu, dan kesiapan masyarakat.

"Event juga mempengaruhi. Event itu baik event yang dibuat, maupun event budaya atau kesenian yang memang sudah ada," ujar Dewa usai menjadi pembicara di workshop 'Pembudayaan Kepariwisataan untuk Guru' se-Jawa Timur di Kota Malang, Kamis (13/7/2017).

Ia mencontohkan Kabupaten Banyuwangi yang memiliki banyak event dalam setahun, selain ditopang potensi wisata daerahnya. Bromo-Tengger-Semeru, lanjutnya, menjadi kawasan destinasi prioritas karena eksotika alamnya. Budaya Tengger juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dewa meyakinkan meski tidak masuk dalam dua jenis destinasi itu, bukan berarti Malang Raya tidak diperhitungkan dalam destinasi wisata.

"Selain Surabaya tentunya, Malang ini sudah establish, tinggal menambahi event saja. Karena menurut saya yang kurang event. Event ini bisa untuk wisata heritage, kuliner, maupun kesenian. Kemenpar yang akan mempromosikan. Promosi event itu menjadi tugas kami," tegas Dewa. STP Bali merupakan salah satu UPT Kemenpar.

Malang Raya sangat berpotensi karena memiliki sejumlah destinasi wisata (misalnya alam, heritage, dan kuliner). Malang juga menjadi daerah pendukung Bromo-Tengger-semeru.

Baca: Asyik Main HP, Pemuda Dibacok Orang Gila

"Tinggal ditingkatkan saja, terutama untuk menarik wisatawan asing dan pergerakan wisatawan nusantara," tegas Dewa.

Oleh karena itu pula, Kemenpar menggelar workshop tentang pembudayaan kepariwisataan untuk guru di KOta Malang. Menurutnya, Kota Malang sebagai kota pendidikan memiliki peran penting untuk mendorong tumbuhnya industri pariwisata.

Pendidikan/akademisi memiliki peran penting mencetak tenaga kerja berkualitas dan berkompeten di bidang pariwisata. Dewa menambahkan terdapat lima kelompok vital untuk peningkatan industri pariwisata yakni kelompok akademisi, pengusaha, pemerintah, komunitas, dan media.

"Karenanya kami memberi pelatihan kepada guru-guru, baik SMA maupun SMK. Sebab guru perannya penting bagaimana mencetak tenaga kerja berkualitas di bidang pariwisata," tegasnya. Indonesia membutuhkan 1,1 juta tenaga kerja di sektor pariwisata setiap tahunnya. (Surya/ Sri Wahyunik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved