Nelayan Ternyata Punya Tanggal Merah Dalam Seminggu, Alasannya Libur karena Ingin Lakukan Ibadah
Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari seorang nelayan haruslah giat melaut.
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari seorang nelayan haruslah giat melaut.
Berangkat sejak subuh dan balik saat siang hari sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari.
Namun ternyata profesi nelayan juga punya jadwal libur seperti pekerjaan kantoran pada umumnya.
Setiap hari Jumat menjadi jadwal libur untuk semua nelayan, begitu kata beberapa nelayan di kawasan Bulak, Surabaya.
Seperti Darmaji, nelayan ikan di Bulak selalu libur pada hari Jumat.
"Semua nelayan pasti libur hari Jumat, di manapun itu," ujar Darmaji.
Bukan tanpa alasan, ternyata hari Jumat dianggap sakral untuk para nelayan karena pada hari itu ada kegiatan ibadah Salat Jumat.
"Hari Jumat libur bukan tanpa sebab karena kita harus sholat jumat. Tidak baik kalau di tinggalkan," jelasnya.
Rekan satu profesinya pun turut menambahkan bahwa ada juga yang berangkat mencari ikan di hari Jumat, itupun saat malam hari.
"Bila mau melaut di hari Jumat, itupun nelayan berangkat saat malam hari," imbuh Mustoha yang juga seorang nelayan di kawasan Bulak, Kenjeran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-nelayan-bulak-kenjeran_20170720_175035.jpg)