Hujan Sebabkan Garam Gagal Panen, Petambak Harapkan Hal Ini

Hujan gagalkan proses pembuatan garam yang seharusnya hampir siap panen. Sementara stok garam di Surabaya telah kosong.

Penulis: Nurul Aini | Editor: Dwi Prastika
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Petani garam di Kota Pasuruan saat memanen lahan miliknya, Senin (24/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hujan gagalkan proses pembuatan garam yang seharusnya hampir siap panen.

Sementara stok garam di Surabaya telah kosong.

Mohamad Nur Aini, petani tambak garam di Romokalisari Surabaya mengatakan, cuaca sangat mempengaruhi proses pembuatan garam.

Karenanya, ia berharap bisa mendapatkan informasi cuaca yang jelas dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

(Atasi Kelangkaan Garam, Pemerintah Terbitkan Izin Impor)

Hal itu diharap dapat mempermudah prediksi kapan waktu yang tepat untuk proses pembuatan garam.

Selama ini petambak hanya mengira-ngira dan seperti saat ini, garam gagal dipanen karena hujan.

Nur menjelaskan, harusnya hari ini tambak garamnya mulai proses lepas air tua atau kristalisasi, dan seminggu kemudian dapat dipanen.

Turunnya hujan menggagalkan panen yang harusnya dipanen pada awal Agustus ini.

"Kami pingin cepet produksi, kebutuhan kami adalah info jelas dari BMKG supaya bisa prediksi," kata Nur, Jumat (28/7/2017).

Nur dalam konferensi pers yang diadakan di Balai Kota Surabaya juga mengatakan harapannya agar harga dapat stabil.

Saat ini karena kelangkaan stok garam menyebabkan harga garam di pasaran melonjak drastis hingga Rp 3.500 per Kg.

Padahal biasanya hanya sekitar Rp 300 sampai Rp 500 saja.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved