Orangtua Peserta Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis Tak Perlu Risau Soal Kecurangan Usia

Tak hanya ratusan peserta yang terdiri dari U-11 dan U-13 saja yang mengadu nasib di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, orangtua para peser

Penulis: Dya Ayu | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Ayu Mufidah KS
Proses seleksi Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, Sabtu (5/8/2017) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tak hanya ratusan peserta yang terdiri dari U-11 dan U-13 saja yang mengadu nasib di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, orangtua para peserta justru memiliki harapan lebih anaknya dapat masuk di salah satu klub bulutangkis terbesar di Indonesia itu.

Dari ratusan orangtua yang setia mendampingi anaknya, Dyah Farida Damayanti salah satunya, ibu dari Bagas Amrullah Widya Pratama peserta audisi asal Surabaya ini berharap agar anaknya lolos audisi Djarum.

Sejak pagi pihaknya menunggu dengan was-was berharap anaknya yang ikut kategori usia U-11 dapat masuk.

Sebab ini bukan kali pertama anaknya mengikuti audisi serupa.

Kekhawatiran terbesar Farida saat mengikuti audisi seperti saat ini ialah kecurangan pemalsuan dokumen usia yang kerap terjadi.

"Harapannya besar bisa masuk Djarum. Tapi ya itu biasanya kecurangannya di usia dan sering terjadi, jadinya kami was-was juga sebagai orangtua," kata Dyah Farida Damayanti pada Surya.co.id, Sabtu (5/8/2017) sore dengan muka cemas.

Kecurangan yang biasa terjadi soal pemalsuan usia peserta ini memang bukan menjadi rahasia publik.

Banyak peserta yang memudakan usia asli, jadi yang seharusnya berusia 13, di akta kelahiran dimudakan sehingga mereka masuk usia 11 tahun.

Hal ini secara kekuatan dan skill tentu peserta usia 11 asli akan tersingkir dan kalah saing dengan usia 13 tahun namun masuk usia 11 tahun saat audisi.

Terkait hal ini, Fung Permadi juru bicara sekaigus ketua tim pemandu bakat Audisi Umum Djarum, mengatakan pihak Djarum telah mengantisipasi hal ini.

Dengan melakukan kerjasama dengan PBSI sebagai pihak yang melakukan pengecekan dokumen peserta. Sehingga dalam audisi ini terkait kecurangan dapat diantisipasi.

"Mengenai ke khawatiran pencurian umur, kami pihak Djarum sudah bekerjasama dengan keabsahan PB PBSI. Sehingga peserta memang benar-benar sesuai usia dan kategori usia mereka," jelas Fung Permadi, Sabtu (5/8/2017) sore. (Surya/Dya Ayu)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved