Puluhan Pekerja Proyek Geruduk Kantor PT Waskita di Ngawi
Kantor PT Waskita Beton Precast di Dusun Mlarik RT 05/02, Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kembali didatangi sekitar 20 pek
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Kantor PT Waskita Beton Precast di Dusun Mlarik RT 05/02, Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kembali didatangi sekitar 20 pekerja proyek tol wilayah Kabupaten Ngawi.
Kedatangan puluhan pekerja proyek itu disertai penasihat hukum untuk menagih pembayaran tunggakan tagihan material.
Kedatangan ke-20 pekerja proyek itu dipimpin Agung warga Desa Kedungglagah, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, itu juga menggelar sejumlah spanduk tuntutan pembayaran material mereka yang digunakan dalam proyek Tol Ngawi - Kertosono ke kantor PT Waskita Beton Precast itu untuk menuntut tanggungjawab.
"Kami pemasok material ke proyek tol Ngawi - Kertosono ini merasa dirugikan PT Deva Rahayu, dan ke datangan ke PT Waskita Beton Precast (WBP) ini minta pertanggungjawaban untuk pembayarannya tunggakan sebesar Rp 1,8 miliar," kata Agung kepada Surya, Rabu (9/8/2017).
Ke-20 pekerja proyek ini minta PT WBP menatangkan Gunawan pimpinan PT Deva Rahayu atau yang bertanggungjawab membayar tunggakan tagihan material (pasir dan split atau batu koral) total senilai Rp 1,8 miliar itu.
Pertemuan puluhan pekerja proyek dan PT WBP di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi itu dijaga ketat sekitar 38 personil Polisi dan empat orang personil Koramil yang masing masing dipimpin Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono dan Kapten Inf Sabar.
Selain itu juga dihadiri Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Didik Supriyanto, Danramil 0805/02 Geneng Kapten Inf Sabar, Kepala Produksi Supervisor PT WBP Kukuh,
Perwakilan PT Griya Telkom Sigma (GTS) Rifa'i. dan Suhandaya pengacara Surabaya perwakilan PT Graha Jaya Indah.
Kepala Produksi sekaligus supervisor proyek PT Waskita Beton Precast (WBP) Kukuh, mengatakan PT Deva Rahayu merupakan Subcon dari PT Waskita yang dipimpin Gunawan, bergerak di bidang Beton Precast/pengecoran.
Namun, dikarenakan PT Deva Rahayu tidak bekerja sesuai target dan ketentuan yang disepakati, PT Deva Rahayu diputus kontrak.
"PT Deva Rahayu sejak 15 Mei 2017 sudah kami bekukan, dan pengerjaan Beton Precast diambil alih PT WBP (Waskita Beton Precast) sampai sekarang," kata Kukuh dihadapan ke-20 pemasok material proyek Tol Ngawi - Kertosono itu.
Dikatakan Kukuh, sebenarnya PT Deva Rahayu selain bekerjasama dengan PT WBP, juga bekerja sama dengan PT Griya Telkom Sigma (GTS) sebagai penyedia alat berat. Namun, sejak pemutusan hubungan dengan PT Deva Rahayu itu, PT WBP memperbarui kerjasama dengan PT GTS.
"Terkait permasalahan warga dengan PT Deva Rahayu.itu, PT WBP tidak dapat memberikan solusi (mengganti/membayar kerugian) akibatkan yang dilakukan PT Deva Rahayu," kata Kukuh.
Meski begitu, lanjut Kukuh, PT WBP sudah menindaklanjuti permasalah itu dengan PT WBP Pusat di Jakarta melalui laporan awal dengan bentuk email, dan akan dibahas dipertemuan direksi PT WBP.
"Terkait permasalahan dengan PT. Defa Rahayu, PT WBP tidak dapat memberikan solusi, karena hanya bertugas menjaga aset atau peralatan. Kita tunggu saja bagaimana hasil dari rapat PT WBP di Jakarta," pungkasnya. (Surya/ Doni Prasetyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-ngawi-pekerja-proyek-datangi-pt-wkt-ngawi_20170809_202048.jpg)