Belajar dari Kasus First Travel, Begini Tips Pilih Travel Umrah Agar Tak Tertipu! Nomor 4 Hati-Hati!

Kasus para calon jemaah umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang gagal umrah masih terus bergulir.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Dwi Prastika
TRIBUN/SANOVRA JR
Ilustrasi Jemaah Umrah 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ani Susanti

TRIBUNJATIM.COM - Kasus para calon jemaah umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang gagal umrah masih terus bergulir.

Meski para tersangka telah ditetapkan dan diproses secara hukum, belum ada sosusi bagi 62.000 ribu calon jemaah yang gagal ke tanah suci.

Pemilik First Travel yang dicokok polisi, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan saat menghadiri New York Fashion Week (NYFW) Spring/Summer 2017, Senin (12/9/2016).
Pemilik First Travel yang dicokok polisi, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan saat menghadiri New York Fashion Week (NYFW) Spring/Summer 2017, Senin (12/9/2016). ()

Hal ini mengingat dana yang tersisa di rekening perusahaan tersebut hanya tinggal jutaan rupiah.

(Sir Geoff Hurst Harapkan Pelatih Timnas Inggris Tak Panggil Wayne Rooney Lagi, Kenapa?)

Menurut kepolisian, dana tersebut sangat tidak sebanding dengan kerugian calon jemaah yang diperkirakan mencapai Rp 500 miliar.

Asal permasalahan ini bermula dari tawaran harga First Travel yang kelewat miring, yakni hanya Rp 14 juta.

Dengan iming-iming harga murah dan fasilitas yang didapatkan lengkap, konsumenpun banyak yang tergiur memakai jasa travel tersebut.

Apalagi bagi orang-orang yang baru pertama kali akan melakukan umrah.

Padahal, biasanya ada harga ada kualitas.

Biaya umrah sebesar Rp 14 juta per orang untuk sekali berangkat yang rata-rata menghabiskan waktu tujuh hingga sembilan hari itu jelas jauh di bawah harga pasar.

(Ibu dan Anak Ini Saling Jatuh Cinta Setelah 20 Tahun Terpisah, Akibatnya Malah Bikin Miris)

Kasus seperti First Travel bukan kali pertama terjadi.

Sudah banyak kasus kegagalan berangkat yang dialami oleh jemaah umrah gara-gara salah urus hingga adanya penyimpangan yang dilakukan biro travel.

Namun, masih ada saja masyarakat yang tertipu dengan berbagai macam iming-iming perusahaan biro travel dan umrah abal-abal.

Oleh karena itu, masyarakat harus lebih jeli mengenali mana biro travel yang patut dipercaya agar tak sampai tertipu.

(Jadi Kota Bersejarah, Ambarawa Dipilih Agus Harimurti Yudhoyono untuk Gelar Dialog Lintas Generasi)

Belajar dari banyak kasus tersebut, simak yuk tips pilih biro travel yang aman dan terpercaya!

1. Izin resmi

Sebuah biro travel yang terpecaya haruslah memiliki izin resmi.

Hal ini menjamin bahwa biro travel tersebut tak akan berbuat curang dan menipu para konsumennya.

Jangan sampai, hanya karena tergiur paket murah, seseorang jadi asal memilih agen travel.

2. Usia baru seumur jagung

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Dilansir dari Kompas.com, kebanyakan kasus kegagalan berangkat ke tanah suci menimpa calon jemaah umrah pada perusahaan travel yang baru berdiri satu atau dua tahun terakhir.

Namun tidak semua perusahaan penyelenggara umrah yang baru seumur jagung itu jelek.

Sepanjang perusahaan tersebut memiliki jaringan atau diakui keberadaannya oleh asosiasi penyelenggara umrah, misalnya, jemaah dapat sedikit mempercayai perusahaan tersebut.

(Intip 10 Style OOTD Diananda Choirunisa, Gadis Cantik Penyumbang Emas Indonesia dalam SEA Games 2017)

Di sisi lain, tidak semua perusahaan penyelenggara umrah yang telah lama berdiri itu benar-benar dapat dipercaya.

Sebaiknya konsumen melihat pertumbuhan peserta umrah di perusahaan tersebut, atau perkembangan usaha perusahaan secara keseluruhan.

Semakin banyak jemaah yang berangkat ke tanah suci, perusahaan tersebut bisa dipandang cukup dipercaya oleh masyarakat.

3. Harga kelewat murah

Tak bisa dipungkiri, harga dapat menjadi pertimbangan paling utama konsumen saat memilih sebuah biro travel.

Harga paket umrah yang sangat murah dibandingkan tour and travel lainnya, adalah ciri paling mencolok untuk melihat kredibilitas perusahaan penyelenggara umrah.

Dari harga rata-rata sekitar Rp 20 juta, First Travel menawarkan biaya umrah hanya Rp 14 juta per orang.

Saat ini saja, biaya paling murah, dari sejumlah situs penyelenggaran umroh, adalah Rp 17 juta.

(6 Manfaat Latihan Wushu Bagi Kesehatan, Mulai Lebih Fleksibel Hingga Terhindar dari Stres!)

Jika ada penyelenggara umrah yang menawarkan biaya dengan harga sangat miring seperti dilakukan First Travel, seharusnya konsumen tidak lantas percaya.

Dengan dana semurah itu, bagaimana perusahaan akan membiayai kebutuhan jemaah?

4. Mentransfer uang ke rekening pribadi

Satu tanda bahwa sebuah biro travel berniat menipu adalah ketika seorang konsumen diminta mentransfer ke rekening pribadi para agen marketing atau pemasar.

Seharusnya, nasabah mengirim dana tanda jadi ke rekening perusahaan, sebagai bukti sah pembayaran.

Jika dikirim ke rekening pribadi, besar kemungkinan dananya tidak diteruskan ke perusahaan travel, namun digunakan untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, perusahaan penyelenggara umrah akan mudah berkilah dananya tidak diterima perusahaan sehingga posisi konsumen sangat lemah.

So, hati-hati untuk poin yang satu ini ya!

5. Tidak transparan

Salah satu tanda manajemen perusahaan penyelenggara umrah yang baik adalah menerapkan manajemen yang transparan atau terbuka kepada jemaah.

Terutama terbuka dalam hal pengelolaan keuangan dan fasilitas bagi jemaah.

Misalnya, dengan biaya yang disetorkan jemaah, perusahaan penyelenggara umrah akan memberikan apa kepada jemaah.

(Ternyata Wajah Masa Kecil Member WANNA ONE Imut-imut Banget! Gak Percaya? Nih Buktinya)

Semakin detail dan jelas, semakin meningkatkan kepercayaan jemaah.

Seperti surat izin pendirian perusahaan, surat keanggotaan perusahaan dalam asosiasi umrah, hingga surat perpajakan.

Jika ada bukti prestasi yang pernah diraih perusahaan, tentu akan semakin baik.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved