Jelang Idul Kurban, Bulog Gelar Pasar Murah di Sejumlah Titik ini
Momentum Lebaran selalu dimanfaatkan untuk berbagi dengan menggelar pasar murah. Termasuk saat Idul Adha.
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Perum Bulog Sub Divre II Selatan kembali membuka operasi pasar murah, jelang Hari Raya Idul Adha pada 1 September nanti.
Tidak hanya di Kabupaten, operasi pasar juga akan menyasar wilayah Kota Mojokerto yang akan digelar hingga satu minggu pasca Lebaran Kurban.
Kepala Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan Arsyad mengatakan, untuk menekan harga pasar ia melakukan operasi pasar murah dibeberapa titik lokasi.
Salah satunya di pasar tradisional dan kantor bulog setempat. "Kami juga mobile denganobil keliling supaya dapat menjangkau ke pemukiman padat penduduk," katanya, Jumat (25/8/2017).
(Terungkap, Sebanyak 125 Ribu Warga Surabaya Ternyata Krisis Air Bersih)
Barang-barang yang dijual pun seperti, beras, gula, tepung, telur, bawang merah dan putih serta minyak. Barang komoditas ini dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
"Kami ingin masyarakat dapat menikmati barang-barang komoditi dari kami denga harga murah namun tetap berkualitas bagus," jelasnya.
Disingung soal penimbunan bahan makan pokok tersebut yabg dilakukan oleh pedagang? Arsyad pun akan melakukan tindakan tegas.
Untuk itu, ia menggandeng Tim Satgas Pangan Polreskab Mojokerto dalam melakukan pengawasan ini. "Kami gandengan tim satgas pangan untuk turut membantu dalam pelaksaan ini," tegasnya.
(Cewek Cantik Berambut Pirang Digerebek Saat Bercinta di Hotel, Malu Malah Sembunyi di Balik Bantal)
Hal senada juga disampaikan oleh Kasatreskrim Polreskab Mojokerto AKP Budi Santoso saat pembukaan operasi pasar murah di kantor Bulog Jalan Raya Basuni, Sooko.
Ia pun tak akan segan untuk menindak tegas pelaku penimbunan bahan makanan pokok seperti beras atau pun sejenisnya.
"Sejauh ini masih belum ada penimbunan di Mojokerto, kalaupun ada tolong beri tahu kami. Supaya kami dapat bertindak dengan cepat. Karena hal itu merupakan hak dari masyarakat unyuk mendapatkan pelayanan terkait bahan makanan pokok," jelasnya.
(Ingin Anaknya Masuk Akpol, Perempuan ini Rela Bayar Rp 757 Juta, Ternyata?)
Untuk pengawasannya pun lanjut Budi, ia mengerahkan semua tim satgas pangan untuk mengecek langsung ke lapangan setiap harinya.
Hal ini unyuk mengantisipasi adanya penimbunan ataupun kecurangan hang dilakukan oleh oknum pedagang yang dapat menguntungkan diri sendiri.
"Kami cek di gudang, bagaimana kondisinya. Jangan sampai mereka menimbun tinggi, lalu dijual tanpa tidak melalui Bulog, kemudian menimbulkan kelangkaan, hal-hal seperti inilah yang kami cegah dan antisipasi," tandasnya. (Surya/Rorry Nurmawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/opeasi-pasar-murah_20170825_130217.jpg)