Lihat Cara Pria Ini Makan Hemat di Tanggal Tua Saat Isi Dompet Nipis, Netizen Pasti Banyak yang Niru
Buat kalian yang merasa tanggal gajian masih lama mungkin cara berhemat ala pria ini boleh ditiru.
TRIBUNJATIM.COM - Buat kalian yang merasa tanggal gajian masih lama mungkin cara berhemat ala pria ini boleh ditiru.
Yup kebanyakan orang berpendapat bahwa akhir bulan merupakan tanggal tua.
Ini berarti bawah tanggal dimana uang di dompet sudah mulai menipis.
Banyak cara dilakukan untuk bisa berhemat di tanggal tua.
Apalagi bagi para pelajar dan mahasiswa yang belum dikirimi uang.
Tanggal tua adalah waktunya bagi banyak orang untuk menahan pengeluaran.
Salah satunya adalah mengerem pengeluaran untuk biaya makan sehari-hari.
Bagaimanapun setiap orang harus makan untuk bisa bertahan hidup.
Tapi yang lebih penting lagi adalah bisa menghemat uang dan tetap bsia makan di tanggal tua.
Nah, salah satu cara agar tetap bisa makan enak di tanggal tua adalah seperti yang dilakukan pria dalam video ini.
Video berikut ini diunggah oleh akun Facebook Kementrian Humor Indonesia pada Minggu (27/8/2017).
Rekaman itu telah mendapatkan lebih dari seribu tayangan padahal baru beberapa menit diunggah.
Di video itu terlihat seorang pria yang makan nasi putih.
Lalu ada lauk ikan di samping piringnya.
Namun ternyata pria itu tidak makan ikan yang tersedia.
Demi untuk berhemat pria itu hanya mencium aroma atau bau ikan itu saja dan hanya makan nasi putih.
Untuk menambah rasa, nasi putih itu ditambah garam.
Selain itu tertulis di video tersebut, "Makan cara hemat."
Sementara itu akun Kementrian Humor Indonesia menulis di caption: "Udah tanggal tua mas bro....... jaga itu dompet...."
Netizen menjadi tertawa melihat cara kocak makan hemat yang dilakukan pria itu.
"Wkwkwk.. anjay" tulis Sambel Terong.
"Psti bnyk yg niru...hkhkhkhkhkhkk" tulis Latciu Kai.
"Nasi garem aroma ikan goreng wkwk" tulis Muhammad Fachri Fachrezi.
"Sing penting wareg" tulis Dyo Lotus.
Lihat videonya berikut ini:
5 Sisi Baik Hidup Anak Kos yang Nomaden, Pindah-Pidah Kos Bukan Karena Anak Nakal
Hidup di kota perantauan mendidik para mahasiswa menjadi pribadi yang tahan banting.
Setiap anak yang berkuliah di kota orang bukan di daerah asalnya selalu punya cara sendiri untuk bertahan hidup.
Karena mereka jauh dari orang tua dan tidak tinggal bersama sanak saudara.
Sehingga hal ini membuat para mahasiswa perantauan harus memutar otak dan kreatif dalam menjalani kehidupannya.
Salah satunya dengan cara tinggal di kos-kosan yang dipilih karena harga sewanya yang murah.
Sebagai anak kos, mahasiswa akan mendapatkan berbagai rintangan yang tidak sedikit.
Dari mulai soal kos-kosan yang sering mati lampu, air yang tidak bersih, teman kos yang terlalu berisik, sampai ibu kos yang tidak asik.
Makanya banyak anak kos yang kemudian pindah, tapi ketika pindah kos mereka tidak lantas betah dengan kos baru.
Hidup sebagai anak kos yang berpindah-pindah ini sering disebut nomaden.
Kadang paling lama hanya beberapa bulan saja menetap di suatu kos-kosan, bulan berikutnya sudah pindah lagi.
Walaupun hidup berpindah-pindah kos dan terlihat melelahkan ini, ternyata ada sisi baiknya juga lho.
1. Adaptasi yang cepat
Anak kos yang nomaden membuat dirinya cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Karena terbiasa pindah-pindah kos dia jadi mudah beradaptasi dan gampang menyesuaikan diri dengan orang-orang baru
Keakraban akan cepat terbentuk, dia langsung bisa asik ketika diajak ngobrol.
Mudah hafal dengan orang dan tempat baru meskipun baru pertama bertemu.
2. Paham berbagai situasi
Sisi baik berikutnya ketika menjalani hidup nomaden, seorang anak kos akan bisa menghadapi berbagai situasi yang menimpanya.
Dia menjadi tahu pola suatu situasi ketika mendapati sebuah kesulitan dan bisa mencari penyelesaiannya.
Misalnya jika kos-kosan sering mati lampu dan air macet itu tandanya ada penghuni kos yang sering telat bayar, sehingga ibu kos membiarkan hal itu terjadi.
3. Mengenal baik beberapa wilayah
Karena sering pindah-pindah kos dan tinggal di beberapa tempat itu membuat anak kos nomaden kenal baik dengan beberapa wilayah dan daerah.
Dia paham daerah ini terkenal dengan apanya, di wilayah itu banyak anak nakalnya dan sebagainya.
Anak kos seperti ini menjadi terbiasa dengan karakter yang berbeda dari setiap lingkungan dan orang di daerah tertentu.
Sehingga mereka cenderung bisa lebih menghargai sikap orang lain.
4. Punya banyak kenalan
Nah, keuntungan dari anak kos yang nomaden adalah punya banyak kenalan.
Dari satu kos saja mereka bisa kenal beberapa orang dari teman kos lainnya, ibu kos, anaknya ibu kos, saudaranya ibu kos, suaminya ibu kos, mbak-mbak penjual nasi, ibu warung kelontong dan banyak lagi.
Nah kalau dia suka pindah-pindah kos artinya semakin banyak orang yang dia kenal, bukan?
5. Pintar bernegosiasi
Salah satu alasan anak kos suka pindah-pindah kos-kosan adalah mereka sering cepat bosan dan tidak nyaman.
Ketika suatu kos sudah tidak nyaman dan ingin pindah untuk menemukan suasana baru, anak kos nomaden harus pandai bernegosiasi.
Mulai dari soal aturan kos yang diberlakukan hingga permasalahn harga sewa kos.
Anak kos nomaden akan tahu dan paham harga sewa kos yang benar, dimana fasilitas dan tarif yang dipatok itu sesuai dengan keinginan.
Jadi, tidak semua anggapan bahwa anak kos yang suka pindah-pindah kos itu orang yang buruk.
Anak kos nomaden ini hanya ingin mencari tempat ternyaman untuk mereka tempati selama merantau.
Berita ini telah diterbitkan TribunStyle dengan judul Kocak! Lihat Cara Pria Ini Makan Hemat di Tanggal Tua, Netizen Bilang 'Pasti Banyak yang Niru'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-fb_20170827_224631.jpg)