Penghuni Gubuk Tenda Biru di Kediri, Kini Punya Rumah Mungil
Wajah Kati (47) tampak sumringah di depan rumah mungil yang bakal ditempatianya. Rumah ukuran 4 x 5 meter itu dibangun pemerintah Desa Batuaji, Kecama
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wajah Kati (47) tampak sumringah di depan rumah mungil yang bakal ditempatianya. Rumah ukuran 4 x 5 meter itu dibangun pemerintah Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
"Kami sangat berterima kasih karena mendapat bantuan dibangunkan rumah pemerintah," ungkap Kati, kepada Surya, Minggu (27/8/2017).
Rencananya bulan September mendatang Kati bakal boyongan dari rumah gubuk tenda biru ke rumah barunya. Lokasi rumah baru ini hanya berjarak beberapa meter dari rumah gubuknya.
"Kami sudah diberi tahu kalau rumahnya sudah jadi serta dapat ditempati," ujarnya.
Rumah sangat sederhana dengan dinding batako ini juga dilengkapi dengan ventilasi udara. Atapnya dari asbes dengan pintu dan jendela dari kayu.
Di rumah baru ini, Kati menempati lokasi di tanah milik keluarganya. Kati tak henti hentinya bersyukur segera dapat tinggal di rumah barunya.
Menurut Azis (50) tetangganya, rumah mungil yang dibangun desa cukup layak untuk tempat tinggal.
Rumahnya sudah diplestes dan dindingnya batako.
Kati merupakan sosok perempuan yang memilih hidup sengsara daripada dimadu suaminya. Sejak bercerai dengan suaminya, Kati memilih hidup seorang diri.
Sebelumnya Kati mengaku sempat sakit hati dengan ulah suaminya. Karena begitu pulang dari merantau sebagai TKW ilegal di Malaysia tiga tahun silam, suaminya ternyata telah memiliki istri yang baru.
Karena tak mau dimadu, ia diusir dari rumah suaminya dan akhirnya tinggal seorang diri di gubuk sederhana tenda biru.
Sehari-hari Kati hanya makan ketela rebus karena tidak mampu membeli beras. Namun Kati sekarang bersyukur sudah mendapatkan bantuan beras. Sehingga makanan pokoknya tidak melulu singkong rebus.
Kati pernah menjadi TKW tanpa dokumen yang lengkap, kemudian terjaring razia dan dipulangkan dari Negeri Jiran.
Di gubuk tenda birunya tidak ada perabot rumah tangga yang berharga. Hanya ada ranjang sederhana yang dipakai untuk tidur.
Termasuk tenda terpal yang digunakan sebagai penutup gubuk hasil sumbangan dari warga yang peduli akan penderitaannya. Untuk bertahan hidup, Kati sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Sepeda butut yang usang biasa dipakai sarana transportasi sehari-hari. (Surya/Didik Mashudi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-kediri-tenda-biru-kediri_20170827_151507.jpg)