Kontes Ternak di Kabupaten Kediri Diharap Bisa Dongkrak Kualitas dan Harga Sapi
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana harap hasil kontes ternak di Kabupaten Kediri mampu mendorong peningkatan kualitas nilai jual sapi
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong kontes ternak sebagai upaya meningkatkan kualitas dan nilai jual sapi peternak lokal.
- Kontes ternak 2026 kembali digelar setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi, diikuti 134 sapi dari 26 kecamatan.
- Sektor peternakan Kediri dinilai strategis dengan populasi sekitar 216 ribu sapi dan berperan penting dalam ketahanan pangan nasional.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap hasil kontes ternak di Kabupaten Kediri mampu mendorong peningkatan kualitas sekaligus nilai jual sapi milik peternak lokal.
Hal itu disampaikan Mas Dhito usai memberikan hadiah dalam acara kontes ternak tahun 2026 yang kembali digelar setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi.
Ajang yang digelar di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan di Kabupaten Kediri.
Menurut Mas Dhito, potensi peternakan di Kabupaten Kediri sangat besar.
Tercatat populasi sapi mencapai sekitar 216 ribu ekor, sehingga sektor ini dinilai strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Ratusan Peternak Ramaikan Kontes Sapi di Wates Kediri, Tersedia 10 Kategori Perlombaan
"Harapannya yang 1 peternak di Kabupaten ini kan banyak populasi sapi kita ada di 216.000, yang berikutnya untuk menopang dan membantu program presiden ketahanan pangan, maka sektor peternakan tidak boleh sampai lumpuh," kata Mas Dhito.
Dia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memprioritaskan sektor peternakan, termasuk dalam menghadapi ancaman penyakit hewan seperti PMK.
"Yang pertama, dosis vaksin tersedia. Kalau naudzubillah terjadi wabah PMK insyaAllah Pemkab dalam kondisi apapun pasti akan memprioritaskan itu, karena kita pernah mengalami 2 kali, tahun 2023 itu kita harus tutup pasar 2025 kita tidak perlu," ujarnya.
Mas Dhito juga menilai, sektor peternakan terbuka bagi siapa saja, tidak harus berasal dari latar belakang peternak profesional. Bahkan, ia menemukan ada aparatur sipil negara yang sukses mengembangkan usaha ternak secara mandiri.
Baca juga: Bocah Berkebutuhan Khusus di Kediri Sempat Enggan Sekolah, Mas Dhito Hadir Beri Harapan Baru
"Saya lihat ada staf di pemkab, dia ternyata pekerjaan sampingannya jadi peternak dan punya 78 ekor. Bagi saya berarti artinya sektor peternakan ini tidak melulu orang yang harus di bidang peternakan tapi bisa dilakukan secara otodidak," ungkapnya.
Terkait pelaksanaan kontes ternak, Mas Dhito mengapresiasi terselenggaranya kembali ajang tersebut di tahun 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat rutin digelar setiap tahun.
"Yang pertama alhamdulillah kontes ternak bisa terselenggara kembali di tahun 2026. Setelah sempat lama vakum dari tahun 2019 terakhir karena setelah itu pandemi," tuturnya.
Mas Dhito bahkan menargetkan kontes ternak di Kabupaten Kediri bisa menjadi ajang terbaik minimal di tingkat Jawa Timur.
| Bocah Berkebutuhan Khusus di Kediri Sempat Enggan Sekolah, Mas Dhito Hadir Beri Harapan Baru |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, RPH Kabupaten Kediri Siap Tampung Puluhan Hewan Kurban |
|
|---|
| Bupati Kediri Mas Dhito Turun Langsung ke Warga, Bantu Lansia Tunanetra Pastikan Beri Bantuan |
|
|---|
| Program Gayatri Bojonegoro Disorot DPRD: Anggaran Rp89 Miliar Diduga Bocor, Penerima Malah Jual Aset |
|
|---|
| Ratusan Peternak Ramaikan Kontes Sapi di Wates Kediri, Tersedia 10 Kategori Perlombaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Kediri-Hanindhito-Himawan-Pramana-saat-melihat-juara-kontes-ternak.jpg)