Delapan Bulan JT Mangkrak dan Kendaraan Dibiarkan Liar, Jalan Nasional Makin Rusak Parah
Padahal keberadaan jembatan untuk mengatur batas kapasitas muat dan angkut kendaraan barang. Tapi anehnya delapan bulan dibiarkan mangkrak.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jembatan timbang yang tersebar di seluruh Jatim akan kembali dioperasikan pada September 2017 ini.
Jembatan yang mengatur batas kapasitas muat dan angkut kendaraan barang itu mangkrak sejak sejak Januari lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, kembali beroperasinya jembatan timbang ini patut dinantikan.
"September Kementerian Perhubungan rencananya akan mengoperasikan jembatan timbang. Truk wajib masuk jembatan timbang lagi," terangnya, Minggu (3/9/2017).
(Demokrat Jatim Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban di Surabaya)
Delapan bulan, jembatan yang membatasi kelas jalan di setiap jalan raya nasional itu dibiarkan tak berfungsi. Akibatnya, semua kendaraan selama ini bebas mengangkut berapa pun muatan dan tonase tanpa ada pemeriksaan.
Dampaknya selain hilangnya pendapatan, potensi kerusakan jalan juga semakin besar.
Ribuan kendaraan selama delapan bulan melintas tanpa dicek beban angkut dan berat muatan mereka. Di Jatim sendiri ada 19 jembatan timbang.
Tersebar di setiap daerah dan perbatasan mulai Banyuwangi, Tuban, Ngawi, hingga Banyuwangi.
(Gus Ipul Tantang Khofifah Berani Deklarasi Nyalon Gubernur Jatim Lagi)
Selama ini, dampak yang ditimbulkan karena liarnya kendaraan dan truk angkutan adalah jalan yang cepat rusak. Beruntung menjelang Lebaran kemarin jalan rusak telah ditambali.
Sesuai amanah UU 23 Tahun 2014, jembatan timbang yang sebelumnya dibangun Pemprov diambil alih oleh pusat. Tidak saja aset gedung, kewenangan mengelola juga beralih ke pusat.
Seharusnya mulai Januari 2017 alih kelola itu sudah berjalan. Namun karena masih tarik ulur, sejak bulan tersebut jembatan timbang itu malah ditutup.
Belum jelas alasan tidak dioperasikannya jembatan itu. Apakah ketidaksiapan pusat atau provinsi yang enggan menyerahkan semuanya. Sebab dalam catatan Surya, Pemprov Jatim resmi menolak.
(Pesta Miras di Malam Takbiran, 1 Tewas, 1 Kritis, 9 Orang Nyungsep di IGD)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/jembatan-timbang_20170903_153344.jpg)