Waspadai Siklus Tahunan Ubur-ubur, Wisatawan Pantai Selatan Diminta Hati-hati
Perusahaan Daerah (PD) Jasayasa waspadai kedatangan musim hewan ubur-ubur di kawasan wisata Pantai Selatan. Pasalnya, hewan ubur-ubur bisa menyengat
Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perusahaan Daerah (PD) Jasayasa waspadai kedatangan musim hewan ubur-ubur di kawasan wisata Pantai Selatan. Pasalnya, hewan ubur-ubur bisa menyengat wisatawan yang berefek pada kulit terbakar, gatal-gatal, dan melepuh.
Direktur Usaha PD Jasayasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan mengatakan, biasanya hewan ubur-ubur akan mendekati pantai pada bulan Agustus hingga September seperti saat ini.
Dan itu merupakan siklus tahunan munculnya hewan ubur-ubur. Dimana hewan ubur-ubur yang memiliki bentuk tubuh seperti payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh.
"Dari pantauan kami untuk saat ini hewan ubur-ubur memang belum banyak muncul. Namun hewan itu akan muncul tiba-tiba tertiup angin kencang hingga ke pinggir pantai, kondisi itu yang kami waspadai," kata Wildan, Selasa (5/9/2017).
Dijelaskan Wildan, di Pantai Balekambang Kecamatan Bantur munculnya hewan ubur-ubur potensinya cukup besar.
Untuk itu, sejumlah antisipasi telah dilakukan PD Jasayasa dengan melakukan himbauan dan pemberitahuan kepada para wisatawan yang berkunjung ke wisata Pantai Selatan untuk hati-hati.
Disamping itu, menurut Wildan, PD Jasayasa juga menyiapkan pos pengobatan PMI dan tim SAR serta relawan penjaga pantai bagi para wisatawan untuk menghindari sengatan hewan ubur-ubur.
Model Cantik ini Pernah Disiram Air Keras, 10 Tahun Berlalu Wajahnya Berubah dan Bikin Mata Melongo!
Besar kemungkinan para wisatawan tidak banyak yang mengetahui akan bahaya dari hewan ubur-ubur. Apalagi hewan ubur-ubur itu binatang berbentuk seperti rumput laut yang mengambang di sepanjang Pantai dan terlihat jinak, sehingga menarik minat untuk dibuat mainan terutama anak-anak.
"Hal seperti itu yang kami antisipasi. Biasanya wisatawan tidak mengetahui bahaya dari ubur-ubur dan mereka akan menyentuhnya karena bentuknya menarik. Jika tidak kuat sengatan wisatawan bisa pingsan," ujar Wildan.
Sedangkan untuk mengobati sengatan ubur-ubur, ungkap Wildan, biasanya PMI atau tim SAR menyiapkan amoniak dan air hangat untuk membasuh luka. Pengobatan tersebut bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan sengatan hewan ubur-ubur.
Maka dari itu, tambah Wildan, pihaknya berharap wisatawan mematuhi himbauan petugas pantai untuk mewaspadai hewan ubur-ubur.
"Tentunya semua tidak ingin terjadi hal tidak diinginkan," tandas Wildan.
Namun, dikatakan Wildan, jika ada korban sengatan ubur-ubur maka tim relawan penjaga pantai akan langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban sengatan ubur-ubur ke pos pengobatan PMI Kabupaten Malang.
Bila kondisinya mengkhawatirkan akan akan di kirim ke Puskesmas terdekat untuk pemberian pertolongan lanjutan.
"Dan wisatawan selalu kami humbau untuk tetap waspada dan tidak menempuh risiko dengan berenang di pantai, karena ombak pantai laut selatan terkenal sangat ganas," tutur Wildan. (Surya/Achmad Amru muiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-blitar-ubur-ubur-di-blitar_20170904_153355.jpg)