Nggak Nyangka! Dikenal Baik, Sering Bagi Sembako, Guru Agama di Medokan Semampir Nekat Lakukan Ini

uwari Ketua RW setempat juga tak menyangka mereka berdua yang merupakan warganya tega mencabuli tujuh murid ngajinya.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Tersangka ST tertunduk saat polisi menanyakan tindakan asusilanya kepada murid mengajinya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Siapa yang menduga seorang guru yang setiap hari mengajari anak-anak mengaji ternyata bertindak senonoh.

Begitu yang diungkapkan seorang Ketua RW di Kelurahan Medokan Semampir, Surabaya.

Selain keluarga korban, Juwari Ketua RW setempat juga tak menyangka bahwa mantan Satpol PP dan rekannya yang merupakan warga setempat mencabuli tujuh murid ngajinya.

"Kesehariannya baik, dalam artian mendekat kepada warga," ujar Juwari saat dikonfirmasi TribunJatim.com di lokasi rekontruksi Musala Nurussobah Jalan Medokan Semampir, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (8/9/2017).

Juwari juga mengatakan kedua tersangka yang berada di satu yayasan tersebut juga kerap membantu warga.

"Warga yang ga mampu mendapat bantuan sembako ya uang dari yayasan ini," ujarnya.

Namun rupanya yayasan yang diketuai oleh Sunarto tersebut mencoreng nama baik yayasan.

"Ketuanya Sunarto. Sekertarisnya Syafii, bendaharanya istrinya Sunarto, namanya Lia," ujar Juwari.

Juwari juga mengatakan kasus pencabulan yang dilakukan kedua pria tersebut tertutupi, sebab istri tersangka sempat mengelak dugaan pencabulan yang dilakukan suaminya.

"Tertutupi karna memang mereka yang mengurus semua. Istrinya sempat bilang jangan suudzon kepada keluarga korban tapi sekrang sudah ga di sini, sudah ke rumah keluarganya," ujar Juwari.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved