Legenda di Balik Indahnya Perbukitan Budug Asu Malang
Budug Asu merupakan kawasan perbukitan yang berada di kawasan lereng Gunung Arjuno Malang. Meski tak seterkenal Gunung Arjuno, kawasan ini...
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Budug Asu merupakan kawasan perbukitan yang berada di kawasan lereng Gunung Arjuno Malang.
Meski tak seterkenal Gunung Arjuno, kawasan ini menyajkan alam hijaunya dan udara pegunungan yang sejuk.
Belum termasuk pemandangan kebun tehnya serta suasana Sunrise yang selalu dinanti banyak wisatawan.
Siapa sangka terdapat sebuah legenda menarik dari kawasan perbukitan hijau ini.
(Mercedes-Benz Hadirkan New Axor 16 T Sebagai Jawaban Kebutuhan Industri di Surabaya)
Bila kamu sempatkan diri ke sini, sesekali kamu akan melihat sesaji umat hindhu yang diletakan di tepi gunung.
Seorang juru parkir menceritakan sebuah legenda menarik terkait lokasi ini.
Juru parkir bernama Jary (53) itu, mengisahkan cerita para warga soal hewan anjing yang disebut dalam bahasa jawa 'Asu'.
Konon, di daerah lereng gunung arjuno masih banyak anjing yang berkeliaran.
Namun sayang anjing-anjing tersebut sakit gatal-gatal alias 'budug-an'.
"Sakit sampai banyak yang mati dan dikubur di atas hutan. Saking banyaknya sampai membukit," cerita Jary saat ditemui TribunJatim.com di lahan parkir Budug Asu.
Budug Asu sendiri berada di sekitar agro wisata kebun teh Malang, atau juga bisa diakses melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang.
Tiket masuk ke Budug Asu cukup murah, pengunjung hanya perlu membayar Rp 5000.
Adapula jasa penyewaan mobil trail seharga Rp 25.000 saja.
(Kesal Lantaran Sampahnya Tidak Diambil Petugas, Pemilik Kos Sebar Sampahnya di Tengah Jalan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/panorama-budug-asu_20170911_110309.jpg)