Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tarif Parkir dan Tiket Masuk Makam Bung Karno Naik

Pemkot Blitar berencana menaikkan tarif retribusi parkir khusus pengunjung dan retribusi tiket masuk di wisata Makam Bung Karno (MBK)

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/SAMSUL HADI
Puluhan becak milik anggota Paguyuban Becak Wisata Makam Bung Karno terparkir rapi menunggu penumpang di depan PIPP, Jumat (30/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkot Blitar berencana menaikkan tarif retribusi parkir khusus pengunjung dan retribusi tiket masuk di wisata Makam Bung Karno (MBK).

Retribusi tiket masuk ke MBK yang sebelumnya Rp 2.000 per orang rencananya naik menjadi Rp 3.000 per orang.

“Kenaikkan tarif retribusi parkir khusus pengunjung dan tiket masuk ke MBK baru dilakukan per 1 Januari 2018. Sekarang kami mulai sosialisasi baik ke masyarakat maupun penggiat wisata di kawasan MBK,” kata Kepala Bidang Pengelola Kawasan Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Heru Santoso, Jumat (15/9/2017).

Heru mengatakan kenaikkan tarif retribusi parkir khusus pengunjung dan tiket masuk wisata MBK itu menyesuaikan aturan baru Perda Nomor 7 Tahun 2017 tentang Retribusi Jasa Umum.

Rencananya, tarif parkir khusus untuk bus wisata yang sebelumnya Rp 10.000 naik menjadi Rp 15.000. Begitu juga tarif parkir mobil pengjunjung yang sebelumnya Rp 5.000 naik menjadi Rp 10.000.

Sedangkan untuk tarif retribusi masuk wisata MBK yang sebelumnya Rp 2.000 per orang naik menjadi Rp 3.000 per orang.

Menurut Heru, tarif masuk wisata MBK itu masih tergolong sangat murah. Uang dari pemungutan retribusi juga kembali lagi untuk pengelolaan wisata MBK.

“Kami rasa, tiket masuk ke MBK Rp 3.000 per orang itu masih sangat terjangkau,” ujar Heru.

Dikatakannya, salah satu tujuan menaikkan retribusi parkir dan tiket masuk di wisata MBK untuk mendongkrak pendapat asli daerah (PAD) dari sektor wisata.

Selama ini, target pendapatan dari retribusi parkir dan tiket masuk di wisata MBK sekitar Rp 1,5 miliar.

Target itu belum termasuk pendapatan sewa lahan dan kios bagi pedagang di pelataran parkir Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan di kawasan wisata MBK.

“Kalau pendapatan total dari wisata MBK bisa mencapai Rp 2 miliar setahun. Dengan adanya kenaikkan retribusi parkir dan tiket masuk ini harapannya pendapatan ikut meningkat. Tapi yang terpenting bukan hanya itu, tapi efek dari pengembangan wisata MBK ke masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pengunjung wisata MBK selalu ramai dari hari ke hari. Pada hari biasa, jumlah pengunjung di wisata MBK bisa mencapai 2.000 orang per hari. Saat akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung meningkat rata-rata sekitar 3.000 orang sampai 4.000 orang.

Banyaknya pengunjung secara otomatis juga mempengaruhi ekonomi masyarakat di Kota Blitar khususnya di sekitar kawasan MBK.

Usaha warga di sekitar kawasan ikut mendapat untung dengan banyaknya pengunjung. Mulai tempat penginapan, penjual souvenir dan baju bung karno, pedagang makanan, dan becak wisata juga ikut ramai.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved