Pilgub jatim 2018
La Nyalla Dapat Dukungan dari KH Alamul Huda Pimpinan Ponpes Al-Rosyid Dander Bojonegoro
La Nyalla Mattaliti terus melakukan safari atau silaturrahmi ke Pondok-pondok Pesantren di Jawa Timur jelang Pilgub Jatim 2018.
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - La Nyalla Mattaliti terus melakukan safari atau silaturrahmi ke Pondok-pondok Pesantren di Jawa Timur jelang Pilgub Jatim 2018.
Ketua Kadin Jatim, La Nyalla kali ini bersilaturrahmi ke Ponpes Al-Rosyid, Dander Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (26/9/2017).
Dalam kunjungannya kali ini, La Nyalla Mahmud Mattaluti mendapat sambutan hangat dari KH. Alamul Huda selaku pimpinan Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro tersebut.
Menurut KH. Alamul Huda ari nama La Nyalla berarti bersinar atau hidup.
"Arti La Nyalla yakni kalu La dalam bahasa arabberarti penguat. Sedangkan, Nyalla dalam bahasa Indonesia itu berarti urup, Nyalla ya bersinar atau menyala. Mudah-muhadan Pak La Nyalla bisa menyinari Jawa Timur dan untuk kita semua," paparnya.
Bagi KH. Alamul Huda ya terpenting saat ini bukan persoalan atau posisi dukung-mendukung atau tidak.
"Kalau Alloh itu menentukan yang terbaik. Maka Insya Alloh La Nyalla bakal terpilih. Insya Alloh niat baik Pak La Nyalla bisa merogoh langit, maka tidak ada yang bisa mencegahnya," tegasnya.
mantan ketua PSSI ini mengaku berterima kasih atas doa dan dukungan dari berbagai pesantren dan beragam kalangan masyarakat dan tokoh masayarakat yang ia kunjungi selama ini.
“Saya sungguh bersyukur, ternyata respons dukungan dari bawah sangat kuat. Saya sudah berkomitmen mewakafkan diri saya untuk masyarakat Jatim, sehingga amanah dari masyarakat akan saya jaga betul,” kata La Nyalla.
Baca: Kiai Bojonegoro dan Ribuan Jemaah Majelis Taklim Baabussaadah Doakan La Nyalla jadi Gubernur
Kunjungan La Nyalla ke Pondok-pondok pesantren di Jawa Timur Punya tujuan yang konkrit dan sangat jelas.
Penguatan ketahanan ekonomi berbasis pesantren itu yang akan ditawarkan La Nyalla sebagai misinya ketika mencalonkan sebagai gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 Jawa Timur.
“Sebagai pengusaha, saya terbiasa berpikir out of the box. Sudah saatnya koperasi-koperasi pesantren tidak lagi berorientasi ke dalam. Tidak nyaman dengan hanya punya pasar santri pondok dan lingkungan sekitar. Pesantren harus menjadikan umat Islam di seluruh dunia menjadi sasaran market,” paparnya.
Menurut La Nyalla sudah seharusnya pesantren menjadi basis atau sentra produk halal.
“Jatim ini gudangnya pesantren, ada 4.000 pesantren, tapi jujur saja nyaris tidak kita dengar adanya produk halal yang diproduksi dari sana. Padahal jika ini dikreasi, potensinya dahsyat,” kata La Nyalla.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-bojonegoro-la-nyalal-dan-pimpinan-ponpes-dander_20170926_171616.jpg)