Misteri Penyakit Batten, 3 Saudara Meninggal Berurutan, Adik Masih Hidup Tapi Sudah Ada Liang Kubur
Menjelang kematian tiga remaja itu menjadi masa penuh kepedihan. "Bagaimana aku bisa tidur ketika anak-anakku sedang sekarat," kata ibu mereka
TRIBUNJATIM.COM, WASHINGTON -- Tiga kakak beradik menemui ajal dalam waktu tiga hari berturut-turut.
Kisah pilu ini terjadi daerah Springville, Utah, Amerika Serikat.
Christopher Lamont Chappell (20), Elizabeth Anne Chappell(19), dan James William Chappel (15) adalah anak-anak pasangan Lester dan Celeste Chappell.
Tiga remaja itu menunggu kematian datang menjemput di ruang keluarga rumah mereka yang berwarna putih terang.
Christopher dan adik-adiknya berbaring bersisihan.
Dalam tiga hari berurutan, mereka menghembuskan napas terakhir.
Elizabeth meninggal di ruang keluarga yang sudah diubah menjadi kamar rawat pada 14 Juli 2017
James berpulang keesokan harinya, 15 Juli 2017.
Sedangkan Christopher yang tak bisa berbuat banyak menyaksikan adik-adiknya meninggal akhirnya tutup usia di 16 Juli 2017
Seperti dikutip dari Washington Post, Selasa (26/9/2017), tiga anak ini menderita penyakit Batten alias Batten disease.
Penyakit neurologis langka ini membuat mereka bertahun-tahun tak bisa melihat, menelan, mengingat, bahkan bergerak.
Lester dan Celeste Chappell hanya bisa pasrah menyaksikan petugas rumah sakit membawa jenazah anak-anak mereka selama tiga hari berturut-turut.
Les dan Celeste memiliki 10 anak, tiga diantaranya meninggal setelah menderita penyakit Batten.
Hari-hari menjelang kematian Christopher, Elizabeth, dan James menjadi masa penuh kepedihan.
Celeste menceritakan ia dan suaminya sampai tak mampu lagi memejamkan mata, beristirahat, selama menunggui putra putrinya berjuang melawan maut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/penyakit-batten_20170928_155225.jpg)