Rumah Pasutri Ini Dimasuki 2 Pria, Suaminya Dibantai Hingga Tewas, Sang Istri Diginiin Para Pelaku

Dua pria itu masuk ke rumah pasutri pada malam hari. Saat di dalam, mereka melukai sang suami, sedangkan istrinya diginiin.

Editor: Januar
Istimewa
Korban pembantaian Sipirok 

TRIBUNJATIM.COM - Aksi kejahatan terus terjadi.

Modus yang dilakukan oleh para pelaku juga semakin beragam, dan sadis.

Bahkan, mereka juga tidak segan-segan melukai korbannya, bahkan membunuhnya.

Itu seperti sebuah peristiwa yang baru-baru ini terjadi.

Baca: 7 Seleb Ini Pernah Pakai Baju Nerawang, dari Elegan Sampai yang Terakhir Kelewat Dipegang Pria Asing

Baca: Warga Keluhkan Sulitnya Cari Parkir di Area Balai Kota Surabaya Karena Kegiatan Bike to Work

Seperti yang dilansir TribunJatim.com dari TribunJogja, sebuah peristiwa menghebohkan terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pasangan suami-istri yang baru memiliki satu anak dibantai.

Mereka adalah pasangan Parlindungan Siregar (31) dan Helmy Damayanti Harahap (25).

Pasangan suami-istri yang tinggal di Aeksulum, Sipirok, Tapanuli Selatan itu dibantai dua pria misterius di dalam rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Rabu (27/9/2017).

Baca: Bakal Rilis Album Solo Perdana, Aurel Hermansyah: Masih Rahasia, Biar Surprise!

Baca: Dikomentari KD Usai Cium Hiu, Azriel Hermasnyah Cuma Balas Singkat, Netter: Sayang Gak Bisa Dipaksa

Pelaku diduga menyelinap masuk ke dalam rumahnya yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung, saat pasangan suami-istri itu terlelap tidur.

Dalam peristiwa sadis tersebut, Parlindungan Siregar tewas dibantai pelaku.

Sedangkan Helmy Damayanti Harahap sekarat.

Saat peristiwa terjadi, pasangan suami-istri (pasutri) ini kebetulan hanya tinggal berdua saja di rumah, kebetulan anaknya bersama neneknya di Kelurahan Sipirok Godang.

Baca: Beri Kejutan Soimah Tengah Malam, Netter Syok Lihat Wajah No Make Up Artis Ini: Keliat Tua Banget Ya

Baca: Kabur, Komplotan Pencuri Asal Palembang dan Banten Dilumpuhkan Anggota Polres Lamongan

"Suami-istri yang dibantai itu, pas waktu warga tertidur. Pelaku dan motifnya belum diketahui, masih misteri," kata Hartati, warga Labujelok, Sipirok saat dihubungi wartawan via selular, Rabu (27/9/2017).

Pembantain pasutri tersebut pun menggegerkan warga Sipirok, Tapsel.

"Ramai tadi warga melihat kejadian ini ke rumahnya langsung. Apalagi warga tahunya waktu anak-anak pergi ke sekolah," ucapnya.

Parlindungan Siregar tewas bersimbah darah di lantai rumahnya dengan wajah, leher, kepala, tangan, dan perut dipenuhi luka bacok.

Sementara Helmy Damayanti Harahap masih bisa bertahan hidup dengan kritis.

Dengan kondisi tubuh yang berlumuran darah, Helmy meminta bantuan dengan mengetuk pintu rumah tetangganya.

"Rupanya istrinya masih hidup. Minta tolonglah dia ke tetangganya dengan kondisi mukanya berdarah-darah," ucap Nisra, warga Desa Hutasuhut, Sipirok.

Jasad Parlindungan sedang diperiksa, dibersihkan dari luka, untuk selanjutnya dimakamkan.
Helmy Damayanti yang sedang kritis tiba di Rumah Sakit Putri Hijau, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/9/2017) petang.

Damayanti Dijaga Polisi dan Buru Pelaku

Damayanti kepada petugas mengatakan, ada dua orang tak dikenal (OTK) memasuki rumah tempat tinggal mereka, dan langsung melakukan aksi kejahatan dengan membabi buta memakai senjata tajam.

Namun, motif pembunuhan masih dalam didalami oleh pihak kepolisian.

Diduga kuat, itu pembunuhan murni, bukan perampokan.

Sebab, berdasarkan kondisi lapangan, barang-barang milik korban tidak diganggu sama sekali.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) masih menyelidiki kasus ini, belum mau mengungkap siapa dua pria misterius tersebut.

"Siang tadi belum dapat. Gak tau sore ini seperti apa. Ada dua orang menurut pengakuan istri korban. Ya mudah-mudahan segera dapatlah, doakan saja," ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, Rabu petang.

Helmy saat ini menjadi saksi kunci atas pembantaian sadis yang dialaminya, bersama suaminya yang nahas.

Polda Sumut berharap, dari penuturan Helny akan dapat mengungkap tabir dua pria misterius tersebut.

"Kalau korbannya masih ada yang hidup seperti itu, barangkali mengenal ciri-ciri pelaku.
Kita juga akan telusuri apakah korban ada masalah dengan seseorang," ucap Rina.

Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Putri Hijau, Polda Sumut akan tetap melakukan penjagaan ketat, demi menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.

"Kita tetap melakukan pengawasan dan monitoring. Jangan sampai nanti ada pihak-pihak yang menganggu," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved