Menikmati Air Terjun Tersembunyi di Buret Tulungagung
Letaknya tersembunyi di tengah hutan, hanya sekitar lima menit perjalanan menyusuri belukar di atas Telaga Buret.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,TULUNGAGUNG - Telaga Buret di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungaggung, Jawa Timur, ternyata mempunyai sebuah air terjun mini yang sangat asri.
Letaknya tersembunyi di tengah hutan, hanya sekitar lima menit perjalanan menyusuri belukar di atas Telaga Buret.
Selama ini nama Buret dikenal sebagai lokasi telaga yang terjaga kelestariannya. Bahkan air telaga ini mampu mengairi sawah di tiga desa sekaligus. Keberadaan air terjun Kentheng Rejeng kalah pamor dibanding telaga Buret.
Memasuki pintu gerbang telaga buret, wisatawan sudah disambut dengan kawanan monyet ekor panjang. Monyet-monyet ini hidup bebas di area hutan Telaga Buret. Biasanya hewan primata ini akan berlarian menghindar, saat ada wisatawan datang.
Kesan pertama memasuki area ini adalah asri. Pohon-pohon ukuran besar berdiri di area tanah lapang. Sinar matahari terhalang dedaunan yang sangat rimbun.
Ada jalan paving yang menuntun wisatawan ke arah telaga. Untuk menuju air terjun Kentheng Rejeng, ada jalan setapak di tepi telaga. Wisatawan akan melewati jalan mirip lorong, karena di kanan kiri ada batu atau semak belukar.
Kadang harus melewati jalan yang terjal dan licin, karena tanah merah yang tersiram air. Hanya butuh jalan lima menit untuk sampai di air terjun tersembunyi ini. ketinggiannya hanya sekitar lima meter.
Namun suasananya sangat asri, karena berada di tengah hutan yang masih terjaga. Wisatawan bisa menikmati suasana alam, jauh dari kebisingan di tempat ini. Tempatnya seperti di dalam lembah, terapit dua bukit.
Di atasnya pepohonan rindang memayungi dari panas matahari. Wisatawan juga dengan mudah menemuan monyet ekor panjang di lokasi ini. Lokasi wisata dini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Sidodadi, Desa Sawo.
Ketua LMDH ini, Karsi Nerro Sutamrin mengatakan, air terjun ini justru banyak diminati turis asing. Beberapa di antara mereka bahkan berulang kali datang. Salah satu daya tariknya, karena dianggap masih alami.
“Bahkan ada turis dari Tunisia, seminggu sampai tiga kali dia datang ke air terjun ini. Dia begitu senang, bahkan sebelum balik dia masih sempat pamit ke sini,” ujar Karsi.
Air yang mengalir sangat jernih, karena berasal dari pegunungan kapur. Di bawah air terjun ini ada kolam alam kecil yang bisa dimanfaatkan untuk bermain air. Jika hendak mandi, pengunjung bisa langsung di bawah air terjun.
Saat musim kemarau seperti sekarang, debetnya masih cukup untuk dinikmati. Karsi dan kawan-kawan pernah berinisiatif membuat bendungan kecil dari batu, agar air dari air terjun ini bisa dimanfaatkan untuk bermain wisatawan.
“Pikiran kami ada kolam alam yang lebih besar, jadi wisatawan bisa lama main air. Tapi anehnya, begitu kami bendung air yang dari atas malah mati,” tutur Karsi.
Karsi dan kawan-kawan berinisiatif menelusiri ke arah sumber mata air. Namun tidak ada sedikit pun air yang tersisa. Atas saran para sesepuh, Karsi mengembalikan kondisi seperti semua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-tulungagung-air-terjun-buret-tulungagung_20171014_105244.jpg)