Kiper Persela Meninggal Dunia

Ini Pesan Terakhir Choirul Huda Kepada Pemilik Warkop, Pesannya Menyayat Hati . . .

Ia minta dibuatkan telur rebus setengah matang. Kalau biasanya minta dimasakkan mie instan double dan ditambah telor dua biji.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/Twitter
Rafael Ramadhan dan sang ayah, Choirul Huda, kiper persela Lamongan. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sepeninggal kiper Persela Choirul Huda, Minggu (15/10/2017) sore sampai hari kedua ini masih menjadi pembicaraan semua kalangan.

Muncul semua kebaikan Choirul Huda, sosialnya, cintanya terhadap anak - anak kecil hingga sepak terjangnya di Persela yang tak pernah pindah ke lain hati sampai akhir hayatnya.

Dibalik apa yang sekarang dititahkan oleh- Nya, Huda, putra asal Tumenggungan Lamongan ini ternyata senang bersedekah.

Tak hanya pada setiap anak kecil yang ditemuinya, tapi terhadap sesama teman pemain. Termasuk pada karyawan di mess Persela.

Huda kerap bersedekah setiap kali menang bertanding.

"Lucunya, menejer Persela, pak Yunan pernah diberi. Sampai pak Yunan menolak," ungkap Imron Rosyidi, menejer Persela U 19.

Rajin sedekah semacam Huda, diakui Yunan tidak ditemuinya. Setiap kali menang juga sering mengajak teman - temannya makan bersama dan Huda yang membiayai semuanya.

Cerita para pentolan Persela ini serupa dengan apa yang diungkapkan teman - teman karib Huda dari kecil hingga sekarang.

Termasuk pemilik warung yang juga teman Huda di jalan Laras - liris yang menjadi lokasi cangkruk Huda setiap harinya.

Menurut Khoirul, teman karib Huda dan satu RT semasa di Tumenggungan mengungkapkan, bahwa Huda itu orangnya ceria yang tidak pernah membahas kejelekan orang lain.

"Kalau ada masalah tidak gampang cerita. Hanya orang tertentu, " ungkap Khoirul.

Bagaimana menurut Riyanto, pemilik warung tongkrongan Huda, empat hari menjelang pertandingan memang ada perubahan tidak seceria biasanya.

Hampir setiap hari nongkrong berlama - lama di warung kalau tidak latihan atau bertanding.

"Sering guyonan disini," ungkap Riyanto.

Dan jika melihat anak - anak kecil yang banyak dikenalnya di Tumenggungan, Huda pasti memanggilnya dan memberi uang rata - rata Rp 5 ribu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved