Proyek City Walk di Wisata Makam Bung Karno Blitar Dikebut

Pantauan di lokasi, Rabu (18/10/2017), menunjukkan saat ini para pekerja mulai memasang box culvert untuk saluran air di lokasi.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
Surya/ Samsul hadi
Sebuah alat berat didatangkan untuk menguruk saluran air di lokasi proyek city walk di depan Makam Bung Karno. Pekerjaan proyek itu terus dikebut dan ditargetkan selesai akhir tahun ini. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Proyek pembangunan city walk atau kawasan pejalan kaki di jalan depan wisata Makam Bung Karno (MBK) Kota Blitar terus dikebut.

Proyek yang menggunakan dana dari pemerintah pusat itu ditargetkan harus selesai Desember 2017 ini.

Pantauan di lokasi, Rabu (18/10/2017), menunjukkan saat ini para pekerja mulai memasang box culvert untuk saluran air di lokasi.

Pemasangan box culvert dilakukan di kanan kiri jalan. Pemasangan box culvert dimulai dari utara. Sebuah alat berat juga terlihat di lokasi untuk menguruk box culvert yang sudah terpasang di saluran air.

Pagar dari seng yang sebelumnya dipasang keliling di lokasi sebagian juga sudah dilepas. Pekerja hanya memasang tanda larangan bagi kendaraan pengunjung melintas di lokasi. Pengunjung yang hendak berziarah di MBK hanya diperbolehkan berjalan kaki.

Pengunjung juga tetap hati-hati sebab masih banyak galian dan material yang menumpuk di lokasi.

Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar mengatakan proyek pembangunan city walk ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Proyek itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk menambah fasilitas di wisata MBK. Menurutnya, jalan di depan MBK nantinya steril dari kendaraan bermotor.

“Jalannya hanya untuk pejalan kaki dan sepeda. Di bagian tengah akan ada taman dan gazebo untuk istirahat pengunjung. Pembangunan ini untuk kenyamanan pengunjung di MBK,” kata Samanhudi.

Dikatakannya, Pemkot sudah membuat rekayasa lalu lintas di lokasi. Pengendara dari arah utara atau dari Nglegok, Kabupaten Blitar, yang hendak menuju ke Kota Blitar dialihkan lewat Kelurahan Sentul dan Kelurahan Gedog.

Pemkot sudah melebarkan jalan di lokasi. Sebaliknya, pengendara dari arah selatan atau dari kota yang hendak ke Nglegok juga bisa lewat jalur itu.

“Jalan alternatifnya sudah kami siapkan sejak lama,” ujar Samanhudi.


Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Heru Catur W mengatakan pekerjaan proyek itu langsung dari pemerintah pusat.

DPUPR Kota Blitar hanya membantu mensosialisasikan proyek itu ke warga dan pedagang. Tetapi, DPUPR Kota Blitar tetap ikut memantau pekerjaan pembangunan agar selesai seuai target.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved