Warga Kelurahan ini Pilih Cara Tak Lazim untuk Percantik Lingkungan
Cara apapun bisa dilakukan untuk memperindah lingkungan, meski dengan cara sederhana hingga tak lazim seperti yang satu ini.
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Berbagai cara dilakukan untuk memperindah lingkungan, tak terkecuali dengan memoles dinding kosong sepanjang lorong gang.
Inilah yang dilakukan oleh warga di Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Tepatnya di Gang II hingga IV, pengunjung akan disuguhkan pemandangan yang berbeda. Gambar yang tergores indah dengan perpaduan warna ini, tak hanya sekedar goresan.
Melainkan, banyak pesan moral yang terkandung di dalamnya. Dengan harapan dapat mengedukasi masyarakat.
Salah satunya pesan yang dikemas dengan gambar pewayangan misalnya, dilengkapi dengan tulisan Pengetahuan Tentang Budaya Itu Penting Loh.
Tidak hanya itu, larangan menggunakan narkoba juga tampak tergambar disepanjang lorong gang. Dan masih banyak pesan yang dikonsep menyerupai komik bacaan.
"Kami ingin ada perubahan, supaya lebih indah. Sehingga warga semakin semangat menjaga lingkungan juga. Dengan begini, ada stimulus untuk lebih peka terhadap lingkungan. Bahwa bersih itu indah, sehat dan asri," kata Ketua RT 03 RW 01 Muji Slamet, Kamis (19/10/2017).
Terciptanya goresan indah di sepanjang tiga gang itu, bermula dari adanya sosialisasi himbauan dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto, terkait bahayanya narkoba.
Dari situlah, ia bersama warga sepakat membuat mural yang dapat mengedukasi masyarakat.
"Kebetulan ada warga yang bisa gambar dan warga setuju juga, akhirnya beramai-ramai menghias tembok ini. Kami kerjakan ini baru sebulan ini, itupun secara bertahap. Selain mengedukasi, juga bisa untuk berselfi," jelasnya.
Kendati sudah ada tiga gang yang telah dihias dengan apik, Muji Slamet tak mau memungut biaya ketika ada pengunjung yang datang.
Sebab, warga punya harapan Kelurahan Purwotengah dapat dikenal ke seluruh daerah sebagai kampung mural edukasi.
"Kita tidak ada rencana membuat tiket masuk, karena disini bukan tempat wisata. Kita ingin Purwotengah menjadi ikon karena ada pesan pembelajaran yang tergambar di sini," terangnya.
Untuk memberikan sentuhan pada tembok, warga juga memberi hiasan seperti tanaman di sepanjang jalan. Sehingga tercipta kesan hijau dan asri.
"Biar tambah bagus, kami juga kasih sentuhan di sepanjang jalan sama tanaman," tandasnya. (Surya/Rorry Nurmawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mural-cantik-di-mojokerto_20171019_163248.jpg)